Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Mediterania Timur

Mistar.idRabu, 4 Maret 2026 pukul 13.58 WIB
prancis_kerahkan_kapal_induk_charles_de_gaulle_ke_mediterania_timur

Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle. Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Paris, MISTAR.ID

Prancis mengerahkan kapal induk ke kawasan Mediterania timur di tengah memanasnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan pengerahan tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi pada Selasa (3/3/2026).

“Saya sudah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, aset udaranya, dan kapal fregat pengawalnya untuk berlayar menuju Mediterania,” ujar Macron, seperti dikutip France 24.

Kapal induk Charles de Gaulle sebelumnya ditarik dari Atlantik Utara menuju Mediterania timur dan sempat singgah di pelabuhan Malmo, Swedia, pekan lalu. Kapal tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk mencapai Mediterania timur.

Charles de Gaulle membawa sekitar 20 jet tempur Rafale dan dua pesawat radar Hawkeye yang akan berkontribusi dalam pengamanan wilayah udara.

Selain itu, Macron menyatakan Prancis juga mengirim unit pertahanan udara tambahan ke Siprus. Fregat Languedoc dan aset pertahanan udara lainnya dijadwalkan tiba di lepas pantai Siprus pada Selasa.

Dalam pidatonya, Macron menilai operasi militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran dilakukan di luar hukum internasional.

“Amerika Serikat dan Israel memutuskan untuk melancarkan operasi militer, yang dilakukan di luar hukum internasional, yang tidak dapat kami setujui,” kata Macron.

Namun demikian, ia juga menyebut Republik Islam Iran memikul tanggung jawab utama atas situasi yang berkembang di Timur Tengah. Macron menyinggung program nuklir Iran, dukungan terhadap kelompok proksi regional, serta tindakan keras terhadap demonstran sebagai faktor pemicu ketegangan.

Pekan lalu, Prancis juga mengerahkan jet tempur Rafale di atas Uni Emirat Arab untuk melindungi angkatan laut dan udara mereka di pangkalan Al Dhafra. Prancis memiliki sekitar 700 personel dalam misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) dan 900 personel di pangkalan udara, laut, dan darat di Uni Emirat Arab.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengatakan jet Rafale dan para pilotnya dimobilisasi untuk memastikan keamanan fasilitas Prancis.

Serangan gabungan AS-Israel ke Iran dimulai pada 28 Februari dan menyasar berbagai wilayah di negara tersebut. Serangan itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat dan ratusan warga lainnya.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan pada hari yang sama. Sehari setelah pengumuman resmi kematian Khamenei, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melanjutkan operasi dengan menggempur aset AS dan Israel di kawasan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN