6.5 C
New York
Saturday, March 2, 2024

Putin Dipastikan Tidak Hadiri KTT G20 di Bali

Jakarta, MISTAR.ID

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menghadiri KTT para pemimpin G20 di Pulau Resor Indonesia Bali minggu depan. Demikian diungkapkan Kedutaan Besar Moskow di Indonesia kepada AFP (Agence France Presse), Kamis (10/11/22).

“Saya dapat memastikan bahwa (Menlu) Sergei Lavrov akan memimpin delegasi Rusia ke G20. Program Presiden Putin masih dalam proses, ia dapat berpartisipasi secara virtual,” kata Yulia Tomskaya, kepala protokol kedutaan.

Presiden AS Joe Biden, yang menyebut Putin sebagai “penjahat perang” dan yang akan menghadiri KTT (Konferensi Tingkat Tinggi), sebelumnya mengatakan dia tidak berniat bertemu Putin di Bali jika dia pergi.

Baca Juga:Ancaman Siber Jelang KTT G20 Bali, ini Ungkapan Panglima TNI

Keputusan itu mengikuti spekulasi berbulan-bulan yang muncul ketika Moskow menderita kerugian dalam kampanye Ukraina-nya dan ketika Kremlin mencoba melindungi diri dari kecaman Barat pada KTT 15-16 November.

Sumber lain yang mengetahui rencana Rusia untuk acara Bali menegaskan bahwa Putin akan digantikan oleh Lavrov. Orang itu mengatakan tidak jelas apakah pemimpin Rusia itu akan hadir secara virtual. Diplomat top Moskow keluar dari pertemuan menteri luar negeri G20 Juli di Bali setelah para pejabat mengecam Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Tuan rumah Indonesia mengejar kebijakan luar negeri yang netral dan menolak seruan Barat untuk tidak mengundang Rusia dari KTT. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diperkirakan akan menghadiri KTT secara virtual.

Baca Juga:Ratusan Mobil Listrik Siap Wara-wiri di Bali Saat KTT G20, Wuling Serahkan 300 Air EV

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan, Putin akan diundang ke KTT meskipun ada invasi yang memicu serangkaian kritik Barat. Pada bulan Agustus, dia mengatakan Putin telah menerima undangan itu. Zelenskyy mengancam akan memboikot KTT itu jika Putin hadir. Namun Ukraina bukanlah anggota blok G20.

Pertemuan di Bali itu terjadi saat Rusia mengalami kemunduran di medan perang dalam menghadapi serangan balik Ukraina. Rusia pada Rabu (9/11/22) memerintahkan pasukannya untuk mundur dari kota Kherson di Ukraina selatan. Itu adalah satu-satunya ibu kota regional yang dikendalikan oleh pasukan Moskow sejak serangan dimulai pada 24 Februari.(channelnewsasia/hm15)

Related Articles

Latest Articles