Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Profil Takato Ishida, Gubernur Termuda Jepang Tanpa Partai

Mistar.idSabtu, 7 Februari 2026 11.09
journalist-avatar-top
profil_takato_ishida_gubernur_termuda_jepang_tanpa_partai

Takato Ishida resmi terpilih sebagai Gubernur Prefektur Fukui dan menjadi gubernur termuda yang sedang menjabat di Jepang. (foto: X @yatowaresabu/mistar)

news_banner

Fukui, MISTAR.ID

Takato Ishida resmi terpilih sebagai Gubernur Prefektur Fukui, Jepang, dalam pemilihan yang digelar pada Minggu (25/1/2026). Kemenanganmya menjadikan Ishida sebagai gubernur termuda yang sedang menjabat di Jepang saat ini.

Takato Ishida lahir di Kota Fukui dan menyelesaikan pendidikan di National Graduate Institute for Policy Studies. Ia bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Jepang pada 2015 dan pernah bertugas sebagai Wakil Konsul di Konsulat Jenderal Jepang di Melbourne.

Ishida mengundurkan diri dari kementerian pada Desember 2025 dan memutuskan maju sebagai calon gubernur.

Dalam kampanyenya, Ishida menekankan pentingnya kebijakan ramah keluarga dan memperluas dukungan untuk pengasuhan anak.

Ia juga memanfaatkan media sosial secara aktif untuk menjangkau pemilih muda. Terkait proyek perpanjangan Jalur Shinkansen Hokuriku dari Stasiun Tsuruga ke Shin-Osaka, Ishida menyatakan dukungan terhadap pembukaan penuh rute yang melewati Kota Obama dan Stasiun Kyoto, mengikuti sikap pendahulunya, Tatsuji Sugimoto.

Setelah kemenangannya dipastikan sekitar pukul 23.00 waktu setempat, Ishida menyampaikan pidato di hadapan para pendukung. “Saya ingin menciptakan Fukui yang baru dengan menyatukan berbagai generasi,” ujarnya.

“Saya ingin mendorong pemerintahan prefektur maju dengan menggabungkan kemampuan orang-orang dari semua generasi. Saya akan berdiri di garis depan sambil tidak pernah melupakan keyakinan itu,” lanjutnya.

Masaaki Yamazaki, 84 tahun, politikus senior dari LDP asal Fukui, turut hadir di kantor kampanye Ishida. Ia menyebut dukungannya terhadap Ishida sebagai “langkah politik besar terakhir” dalam kariernya. “Saya menaruh harapan besar pada kemampuannya untuk menetapkan arah yang tepat bagi masa depan,” kata Yamazaki.

Unggul tipis dari rival senior

Ia menang dalam pemilihan yang digelar setelah pendahulunya mundur akibat skandal pelecehan seksual terhadap pegawai pemerintah prefektur. Ishida, 35 tahun maju sebagai kandidat independen dan berhasil mengungguli dua pesaing senior di prefektur konservatif tersebut.

Mantan pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang itu meraih 134.620 suara, unggul tipis dari Kenichi Yamada, 67 tahun, yang memperoleh 130.290 suara. Adapun calon lainnya, Yukie Kanemoto, 67 tahun dari Partai Komunis Jepang cabang Fukui, hanya mendapatkan 15.735 suara.

Selisih suara antara Ishida dan Yamada hanya 4.330. Yamada sempat memimpin pada tahap awal penghitungan, tetapi posisi berbalik setelah suara dari Kota Fukui, terutama dari pemilih independen, selesai dihitung.

Tingkat partisipasi pemilih tercatat hanya 46,29 persen. Angka ini turun dari 51,08 persen pada pemilihan sebelumnya pada 2023, sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah pilkada gubernur di Fukui.

Pilkada Fukui 2026 turut memperlihatkan perpecahan dukungan di internal Partai Demokrat Liberal (LDP), partai berkuasa di tingkat nasional. Anggota LDP di majelis prefektur mendukung Yamada, sedangkan rekan separtai mereka di majelis Kota Fukui justru memberikan dukungan kepada Ishida.

Selain itu, Ishida juga didukung oleh Partai Sanseito yang sedang naik daun secara nasional. Ketua partai tersebut, Sohei Kamiya, politikus asal Fukui ikut berkampanye bersama Ishida menjelang masa kampanye berakhir.

Sementara itu, Yamada mengandalkan rekam jejak sebagai mantan Wali Kota Echizen dan mantan Wakil Gubernur Fukui. Ia juga didukung oleh sejumlah partai, termasuk Partai Demokrat Konstitusional Jepang, Partai Inovasi Jepang, Partai Demokrat untuk Rakyat, dan Komeito. Namun, dukungan tersebut belum mampu membawanya pada kemenangan seperti dilansir dari Kompas.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN