11.1 C
New York
Wednesday, February 28, 2024

Insiden Penembakan di Pemilihan Presiden Filipina, 6 Orang Tewas

Manila, MISTAR.ID

Proses pemilihan presiden (Pilpres) di Filipina benar-benar berdarah. Insiden penembakan yang terjadi dalam kegiatan demokrasi rakyat tersebut di Mindanao Filipina mengakibatkan enam orang tewas, Senin (9/5/22).

Inquirer melaporkan, pria tak dikenal tersebut menembak mati tiga anggota tim aksi penjaga perdamaian Barangay (BPAT) yang membantu menjaga tempat pemungutan suara di Kota Buluan, Maguindanao.

Menurut laporan Badan Intelijen Militer ke-16, serangan itu terjadi di belakang sekolah dasar Pilot dan dilakukan oleh beberapa penembak dari dua mobil putih.

Baca juga: Presiden dan Putrinya Bersaing Rebut Kursi Wapres Filipina

Di Sekolah Tinggi Nasional Malabang, Lanao del Sur, sebanyak tiga orang tewas dan dua orang terluka saat insiden penembakan terjadi di pusat pemungutan suara. Penembakan itu terjadi kala pendukung kandidat lokal saling tembak-menembak.

Direktur Kepolisian Lokal, Kol Christopher Panapan, mengatakan bahwa penyelidik tengah berupaya mengetahui alasan penembakan terjadi. Tak hanya penembakan, ledakan turut terjadi di beberapa kota lain di provinsi Maguindanao.

Sebanyak enam pemilih terluka dalam ledakan granat di Sekolah Dasar Datu Piang di Barangay Buayan, kota Datu Piang, Senin (9/5/22). Beberapa ledakan lain juga berlangsung di Datu Unsay dan menyebabkan sembilan pemilih terluka. Ledakan juga terjadi di daerah Shariff Aguak, meski tak menimbulkan korban jiwa.

Walaupun beberapa masyarakat tewas dalam Pilpres kali ini, Kepolisian Nasional Filipina (PNP) menilai keadaan saat ini masih lebih bisa dikendalikan dibandingkan dalam pemilihan sebelumnya.

Baca juga: Rodrigo Duterte Batal Jadi Cawapres dan Akan Pensiun dari Politik

Menurut juru bicara PNP, Kol Jean Fajardo, total 73 insiden kekerasan terkait pemilihan telah dilaporkan sejak Senin (9/5/22). Namun, hanya 16 insiden yang terkonfirmasi melibatkan pemilihan.

Sekretaris Dalam Negeri Eduardo Ano dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (Comelec) Saidamen Pangarungan turut menggemakan penilaian PNP, dengan mengatakan pemilihan tahun ini “relatif tertib dan damai.”

“Kami berhasil mencegah upaya beberapa kelompok yang mencoba melakukan kekejaman, mengancam pemilih untuk keluar dan memberikan suara mereka,” kata Ano.(cnn/hm09)

Related Articles

Latest Articles