Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Premier Gauteng Apresiasi Penangkapan Pendeta Gadungan Terduga Pembunuh Bayi 4 Bulan

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 13.45 WIB
premier_gauteng_apresiasi_penangkapan_pendeta_gadungan_terduga_pembunuh_bayi_4_bulan_

Ilustrasi, simbol belasungkawa.(Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Johannesburg, MISTAR.ID (14/10/2026) — Pemerintah Provinsi Gauteng menyambut baik penangkapan pendeta gadungan yang diduga membunuh bayi berusia empat bulan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menegakkan keadilan.

"Kematian anak tak berdosa dalam kondisi tragis sangat mengganggu dan memilukan. Tidak ada anak yang pantas kehilangan nyawa secara prematur," ujar Premier Gauteng, Panyaza Lesufi, Selasa (14/10/2026).

Lesufi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga bayi bernama Promise yang akan dimakamkan di Diepsloot, Rabu (14/10/2026). Bayi tersebut tewas pada Rabu pekan lalu, diduga dibunuh oleh pria berusia 36 tahun yang juga dituduh memerkosa ibu korban.

"Penangkapan ini merupakan langkah penting untuk memastikan kasus tragis ini dibawa ke pengadilan dan pelaku dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum. Kami percaya sistem peradilan akan berjalan sebagaimana mestinya," kata Lesufi.

Ia menegaskan jabatan atau posisi di masyarakat tidak boleh menempatkan seseorang di atas hukum. Kepemimpinan agama memikul tanggung jawab besar untuk melindungi dan membimbing masyarakat, terutama kelompok rentan.

Pemerintah Provinsi Gauteng mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan menghadirkan seluruh bukti relevan di pengadilan. Masyarakat diimbau membiarkan proses hukum berjalan tanpa spekulasi.

Di sisi lain, keluarga korban mengaku telah mengenal pendeta gadungan tersebut selama beberapa tahun. Ibu korban sebelumnya pernah meminta bimbingan rohani darinya.

Putri sulung korban mengungkapkan ibunya sempat diminta data pribadi untuk pendaftaran bantuan paket makanan. Karena curiga, sang ibu tidak memberikan nomor identitas asli.

"Tapi kemudian, ibu saya tidak memberikan nomor identitas yang sebenarnya karena merasa ada yang tidak beres. Jadi, dia memberikan nama aslinya, namun untuk nomor identitasnya, ada beberapa angka yang dia asal tebak," ujarnya kepada Eyewitness News.

Pendeta gadungan tersebut bersama kedua istrinya telah hadir di pengadilan. Mereka menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk upaya pembunuhan terhadap ibu korban demi mengklaim polis asuransi pemakaman dan serangan brutal di Sungai Hennops. (ewn.co.za/gov.za/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN