Arab Saudi Siap Serang Yaman, Sudah Peringatkan Warga Agar Segera Dievakuasi

Tentara Arab Saudi. (Foto: Wahana News)
Sanaa – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi memperingatkan warga sipil di Sanaa, ibu kota Yaman, agar segera meninggalkan kawasan fasilitas minyak yang dikuasai kelompok Houthi.
Dilansir dari AFP, Rabu (14/10/2026), juru bicara koalisi Turkiye al-Maliki meminta warga mengosongkan Stasiun Pusat al-Sabaha milik Yemen Petroleum Company di pinggiran barat Sanaa demi keselamatan mereka.
Perintah tersebut menjadi peringatan evakuasi pertama yang dikeluarkan Arab Saudi untuk wilayah Sanaa sejak perang Yaman kembali memanas pada Juli 2026.
Menanggapi ancaman tersebut, kelompok Houthi memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayah yang mereka kuasai akan dibalas dengan keras.
Arab Saudi bersiap menyerang Yaman setelah kelompok Houthi melancarkan serangan rudal ke Bandara Riyadh pada Sabtu (10/10/2026). Insiden ini menyebabkan belasan warga tewas dan ratusan lainnya mengalami luka.
Sedangkan warga Riyadh juga menerima peringatan ancaman serangan udara melalui ponsel. Kondisi keamanan itu mendorong sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh dan beberapa perusahaan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah.
Aktivitas lalu lintas di Riyadh yang biasanya padat juga terlihat lebih lengang. Sejumlah negara kemudian mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya. Perancis, misalnya, meminta warganya menghindari bandara di Riyadh, Jeddah, dan Dammam.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat, Menteri Sumber Daya Manusia Saudi Ahmad bin Sulaiman Al Rajhi berusaha menenangkan warga saat menghadiri Forum Ekonomi Riyadh.
"Kita tidak akan pergi ke mana-mana. Kita aman, atas izin Tuhan," katanya setelah menerima peringatan serangan melalui ponsel. (afp)
PREVIOUS ARTICLE
Premier Gauteng Apresiasi Penangkapan Pendeta Gadungan Terduga Pembunuh Bayi 4 Bulan

























































