Oposisi Israel Kecam Gencatan Senjata Iran-AS, Netanyahu Dinilai Gagal Capai Target Perang

PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memicu gelombang kritik dari oposisi Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dituding gagal mencapai tujuan strategis dalam konflik tersebut.
Gencatan senjata berdurasi dua minggu itu disebut sebagai upaya terakhir untuk meredakan eskalasi yang berpotensi menghancurkan Iran, seiring meningkatnya ketegangan regional. Pemerintah Israel diketahui ikut menyetujui penghentian sementara serangan tersebut.
Oposisi: “Bencana Politik bagi Israel”
Pemimpin oposisi utama, Yair Lapid, menyampaikan kritik keras terhadap keputusan tersebut. Ia menilai pemerintah tidak dilibatkan secara maksimal dalam keputusan penting terkait keamanan nasional.
“Tidak pernah ada bencana politik seperti ini dalam sejarah kita,” ujar Lapid melalui media sosial.
Menurutnya, meski militer Israel telah menjalankan tugas dengan maksimal dan masyarakat menunjukkan ketahanan, kepemimpinan politik justru dinilai gagal.
Target Strategis Dinilai Tidak Tercapai
Sejak awal konflik, Netanyahu menetapkan sejumlah target utama, antara lain:
- Melemahkan atau menghancurkan program nuklir Iran
- Menekan kemampuan rudal balistik Teheran
- Mengurangi pengaruh regional Iran melalui kelompok sekutu
Namun, oposisi menilai tujuan tersebut belum tercapai secara signifikan.
Lapid menegaskan kegagalan ini akan berdampak jangka panjang terhadap posisi strategis Israel di kawasan.
Kritik dari Tokoh Oposisi Lain
Kecaman juga datang dari ketua Partai Demokrat Israel, Yair Golan. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai kegagalan strategis serius.
“Alih-alih kemenangan, yang terjadi justru salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah keamanan Israel,” ujarnya.
Sementara itu, anggota parlemen Avigdor Liberman menilai gencatan senjata justru memberi ruang bagi Iran untuk memperkuat kembali posisinya.
Menurutnya, tanpa pembatasan terhadap program nuklir, rudal balistik, dan dukungan terhadap kelompok sekutu regional, konflik berpotensi kembali terjadi dengan risiko lebih besar.
Israel Tetap Lanjutkan Operasi di Lebanon
Meski menyepakati gencatan senjata dengan Iran, pemerintah Israel menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.
Operasi militer terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran disebut akan tetap berlanjut.
Tantangan Keamanan dan Stabilitas Kawasan
Situasi ini menambah kompleksitas dinamika geopolitik di Timur Tengah. Di satu sisi, gencatan senjata membuka peluang de-eskalasi, namun di sisi lain memicu perdebatan internal di Israel terkait arah kebijakan keamanan nasional.
Para analis menilai keputusan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap stabilitas kawasan, terutama jika tidak diikuti dengan kesepakatan yang lebih komprehensif.
PREVIOUS ARTICLE
10 Poin Kesepakatan Gencatan Senjata Iran-AS





















