Israel Tetap Serang Lebanon Meski Ada Gencatan Senjata AS–Iran, Ketegangan Regional Berlanjut

Asap membumbung tinggi setelah ledakan di Tyre, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026) pagi waktu setempat. (Foto: Reuters)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Militer Israel tetap melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Lebanon pada Rabu (8/4/2026), meskipun telah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Langkah ini menegaskan bahwa bagi Israel, kesepakatan tersebut tidak mencakup konflik dengan kelompok bersenjata Hizbullah yang berbasis di Lebanon.
Israel Hentikan Serangan ke Iran, Fokus ke Lebanon
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menghentikan operasi militer terhadap Iran sesuai arahan politik. Namun, operasi di Lebanon tetap berlanjut, termasuk serangan udara di wilayah selatan seperti Tyre dan Nabatieh.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata dua pekan tidak mencakup konflik dengan Hizbullah.
Gencatan Senjata Bersyarat AS–Iran
Kesepakatan gencatan senjata ini sebelumnya diumumkan oleh Presiden Donald Trump, yang menyatakan penghentian sementara serangan selama dua minggu.
Kesepakatan tersebut bersyarat, termasuk:
- Iran membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz
- Penghentian serangan terhadap AS dan sekutunya
- Upaya menuju perjanjian damai jangka panjang
Trump mengklaim langkah ini diambil setelah tujuan militer utama telah tercapai dan sebagai bagian dari proses menuju stabilitas kawasan.
Iran Ajukan 10 Syarat Gencatan Senjata
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Iran bersedia menghentikan konflik jika serangan terhadap negaranya dihentikan.
Iran juga mengajukan sejumlah syarat, di antaranya:
- Pembukaan penuh Selat Hormuz
- Pencabutan sanksi ekonomi
- Penghentian konflik regional
- Komitmen tidak mengembangkan senjata nuklir
Namun, perbedaan kepentingan antara pihak-pihak terkait membuat negosiasi diperkirakan berlangsung alot.
Serangan Masih Terjadi di Negara Teluk
Meski gencatan senjata diumumkan, beberapa negara Teluk melaporkan serangan yang diduga berasal dari Iran, antara lain:
- Kuwait: 28 drone dicegat, kerusakan infrastruktur energi
- Uni Emirat Arab: menghadapi serangan rudal dan drone
- Bahrain: korban luka ringan dan kerusakan properti
Serangan ini diduga masih berlangsung akibat keterlambatan koordinasi atau perintah di lapangan.
Pakistan Berperan sebagai Mediator
Dalam proses diplomasi, Pakistan disebut memainkan peran penting sebagai mediator antara AS dan Iran.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif dilaporkan aktif dalam komunikasi diplomatik, sementara perundingan lanjutan direncanakan berlangsung di Islamabad.
Harga Minyak Dunia Turun Tajam
Pengumuman gencatan senjata berdampak langsung pada pasar global. Harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan:
- Brent turun sekitar 13,6%
- Minyak AS turun sekitar 14,3%
Penurunan ini dipicu ekspektasi pasar terhadap stabilitas pasokan energi, terutama jika jalur Selat Hormuz kembali dibuka.
Dua Pekan Krusial bagi Stabilitas Kawasan
Meski gencatan senjata membuka peluang de-eskalasi, para analis menilai situasi masih sangat rapuh. Ketidakpercayaan antara AS dan Iran serta konflik yang melibatkan aktor regional membuat dua pekan ke depan menjadi fase krusial.
Jika negosiasi gagal, konflik berpotensi kembali memanas dengan dampak lebih luas terhadap keamanan global dan ekonomi dunia.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















