Krisis Beku Inggris: Lonjakan Risiko Hipotermia dan Rumah Sakit Mulai Kewalahan

Inggris telah menggigil melewati malam yang mungkin paling dingin tahun ini sejauh ini - dengan tujuh peringatan cuaca kuning untuk es yang berlaku pagi ini. (foto:three.fm/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Gelombang dingin ekstrem yang menyelimuti Inggris sejak pertengahan November 2025 kini memasuki fase krusial. Suhu beku, embusan angin tajam, dan es di permukaan jalan bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memicu krisis kesehatan yang mulai terasa di berbagai daerah. Otoritas kesehatan Inggris memperingatkan meningkatnya risiko hipotermia, infeksi saluran napas, hingga tekanan berat pada layanan rumah sakit.
Peringatan Cold-Health dari UKHSA: Kelompok Rentan di Titik Bahaya
UK Health Security Agency (UKHSA) mengeluarkan Cold-Health Alert level amber untuk beberapa wilayah seperti North West, North East, dan Yorkshire. Peringatan ini menunjukkan kondisi cuaca mampu memicu dampak kesehatan yang signifikan, tidak hanya pada orang rentan tetapi juga pada fasilitas layanan medis.
Kelompok yang paling terdampak meliputi lansia berusia 65 tahun ke atas, penderita penyakit jantung atau pernapasan, anak-anak, serta masyarakat tunawisma yang tidak memiliki tempat berlindung hangat.
Pihak berwenang menegaskan bahwa “cuaca dingin bukan sekadar ketidaknyamanan”, melainkan pemicu gangguan kesehatan serius jika diabaikan.
Baca Juga: K-Pop Demon Hunters Diboikot di Inggris
Risiko Kesehatan: Hipotermia, Serangan Jantung, hingga Infeksi Dada
Cuaca beku meningkatkan bahaya kesehatan yang berkembang cepat, di antaranya:
1. Hipotermia
Ketika suhu tubuh turun di bawah batas normal, korban dapat mengalami kebingungan, menggigil ekstrem, penurunan kesadaran, hingga kematian jika tidak segera ditangani. Risiko lebih tinggi terjadi pada lansia dan tunawisma.
2. Serangan Jantung dan Stroke
Suhu dingin memicu penyempitan pembuluh darah. Ini meningkatkan tekanan darah dan risiko pembekuan darah—faktor utama pemicu serangan jantung serta stroke.
3. Infeksi Pernapasan dan Asma Memburuk
Dingin ekstrem memperburuk penyakit paru-paru kronis serta memicu lonjakan kasus infeksi dada, bronkitis, dan pneumonia. Pasien asma dilaporkan mengalami serangan lebih sering akibat udara kering yang sangat dingin.
4. Risiko Tidak Langsung: Kebakaran Rumah dan Keracunan Karbon Monoksida
Penggunaan pemanas yang tidak aman bisa memicu kebakaran rumah atau kebocoran gas. Laporan kasus keracunan karbon monoksida meningkat selama musim dingin karena ventilasi yang buruk.
Rumah Sakit dan Layanan Darurat Mulai Kewalahan
Dampak cuaca dingin kini terasa langsung di lapangan. Rumah sakit menghadapi lonjakan pasien gawat darurat, antrean lebih panjang di unit pernapasan dan penyakit dalam, peningkatan kasus jatuh akibat jalan licin, dan tekanan tambahan pada ambulans yang kesulitan menjangkau lokasi karena es di jalan.
Unit layanan sosial juga mengaktifkan program kunjungan rumah bagi lansia untuk mencegah kasus hipotermia yang tidak terpantau.
Tantangan Terbesar: Perumahan Buruk dan Minimnya Pemanas Aman
Salah satu akar krisis adalah banyak rumah di Inggris yang tidak memiliki insulasi memadai, terutama rumah tua bertipe teras atau flat berbiaya rendah. Rumah-rumah tersebut hilang panas lebih cepat, membuat penghuninya berisiko tinggi meski berada di dalam ruangan.
Harga energi yang meningkat juga membuat sebagian keluarga memilih membatasi pemanas, meningkatkan potensi hipotermia rumah tangga.
Upaya Mitigasi: Edukasi Publik dan Respons Komunitas
Untuk mengantisipasi memburuknya situasi, pemerintah dan lembaga lokal melakukan langkah-langkah berikut:
- mengaktifkan pusat pemanas darurat bagi warga berpenghasilan rendah,
- menginstruksikan rumah sakit untuk memprioritaskan kasus pernapasan dan hipotermia,
- menggerakkan relawan untuk memeriksa warga lansia yang tinggal sendiri,
- menyebarkan panduan menjaga rumah tetap hangat dan aman,
- serta meningkatkan pemantauan penyakit musiman di layanan kesehatan lokal.
Pihak medis juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan pakaian berlapis, menjaga hidrasi, menghindari aktivitas luar ruang saat suhu ekstrem, dan menghubungi layanan darurat jika muncul gejala hipotermia.
Kesimpulannya, gelombang dingin kali ini memperlihatkan bagaimana kondisi cuaca dapat berubah menjadi krisis kesehatan nasional. Risiko hipotermia, infeksi pernapasan, dan gangguan jantung bukan ancaman kecil, terlebih ketika beban rumah sakit mulai meningkat. Respons cepat pemerintah, kesadaran masyarakat, dan dukungan komunitas menjadi kunci untuk mengurangi dampak serius dari cuaca beku yang belum menunjukkan tanda mereda.
(*/ai/hm27)






















