Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Sampai di Kota Suci Qom

Ribuan pelayat berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla, Teheran, Sabtu (4/7/2026), memulai rangkaian upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya. (Foto: Associated Press/Vahid Salemi)
Teheran, MISTAR.ID - Rangkaian pemakaman selama enam hari untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, masih berlangsung. Setelah prosesi penghormatan yang dihadiri lautan pelayat di Teheran, jenazah Khamenei tiba di kota suci Qom pada Senin (6/7/2026) malam waktu setempat.
Kedatangannya disiarkan televisi pemerintah Iran melalui tayangan helikopter yang membawa jenazah mendarat di kota yang berada di selatan Teheran tersebut.
Prosesi pelepasan di Teheran diikuti massa dalam jumlah besar. Rekaman kantor berita AFP memperlihatkan jalan-jalan utama ibu kota dipenuhi pelayat yang mengantar perjalanan terakhir Khamenei.
Televisi pemerintah Iran mengklaim jumlah pelayat mencapai jutaan orang, setara dengan pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.
Di tengah suhu yang mencapai sekitar 40 derajat Celsius, truk yang membawa jenazah Khamenei beserta empat anggota keluarganya yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 bergerak perlahan menempuh rute sekitar 20 kilometer menuju Lapangan Azadi.
Sedangkan truk lain menyemprotkan air di sepanjang jalan untuk membantu mendinginkan para pelayat.
Selama iring-iringan berlangsung, warga melemparkan kelopak bunga ke arah peti jenazah, termasuk ke peti cucu perempuan Khamenei yang berusia 14 bulan saat meninggal. Massa juga mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan serta membawa potret Mojtaba Khamenei.
Salah seorang pelayat, Melika Nourian, 22 tahun, mengatakan kehadirannya merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap Republik Islam Iran.
"Saya datang dengan penuh hormat dan kebanggaan untuk menunjukkan kepada dunia betapa kami mencintainya dan tetap berkomitmen kepada sistem, rakyat, serta Republik Islam," ujarnya.
Selain truk jenazah, terdapat truk lain yang dihiasi gambar pejabat tinggi Iran dan tokoh pro-Teheran yang gugur dalam beberapa tahun terakhir, termasuk mantan kepala Pasukan Quds Garda Revolusi, Qassem Soleimani, yang terenggut nyawanya dalam serangan AS di Irak pada 2020.
Sejumlah tokoh penting Iran tampak hadir dalam prosesi tersebut, seperti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dan kepala Pasukan Quds saat ini, Esmail Qaani.
Mantan Presiden Iran periode 2005-2013, Mahmoud Ahmadinejad, yang sempat berselisih dengan Khamenei dan lama tidak terlihat sejak perang dimulai, juga tampak ikut serta berdasarkan tayangan media pemerintah.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang turut hadir memberikan penghormatan melalui media sosial X.
"Kepemimpinan sang martir mengajarkan kepada semua orang bahwa aset terbesar Iran adalah rakyatnya dan persatuan mereka," tulis Pezeshkian.
Sementara itu, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, tampil di depan umum untuk kali pertama sejak namanya disebut dalam prosesi. Pendahulu Zolghadr, Ali Larijani, tewas dalam serangan udara pada Maret 2026.
"Kehadiran jutaan orang dengan bendera merah dan slogan-slogan, menuntut pertumpahan darah, adalah pesan yang jelas dari bangsa Iran kepada musuh-musuhnya," tegas Zolghadr seperti dikutip oleh media Iran. (kompas)
PREVIOUS ARTICLE
Dalai Lama Genap 91 Tahun, Dari Pengasingan Tibet hingga Menjadi Simbol Perdamaian DuniaBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER



















