Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Jika Mediasi Gagal

Mistar.idSelasa, 31 Maret 2026 pukul 11.30 WIB
donald_trump_ancam_hancurkan_infrastruktur_iran_jika_mediasi_gagal

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters/Evelyn Hockstein)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran, seperti pembangkit listrik, ladang minyak, fasilitas ekspor di Pulau Kharg, hingga instalasi desalinasi air, apabila perundingan yang dimediasi Pakistan, Turki, dan Mesir gagal.

“Jika kesepakatan tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak kembali dibuka, kami akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg,” kata Trump di Truth Social, dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (31/3/2026).

Pulau Kharg sendiri merupakan titik vital ekspor minyak Iran. Trump sebelumnya juga sempat menyinggung kemungkinan mengambil alih sumber daya energi Iran, termasuk wilayah tersebut.

Meski bernada keras, Trump mengklaim komunikasi dengan Teheran tetap berjalan. Ia menyebut ada diskusi serius dengan pemerintahan Iran yang dinilainya lebih rasional.

Trump juga mengatakan Iran menunjukkan keinginan untuk mengakhiri konflik dan menilai situasi perang berjalan cukup baik.

Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington. Pemerintah di Teheran menyebut komunikasi yang terjadi sejauh ini hanya melalui perantara, bukan pertemuan resmi kedua negara.

Sedangkan beberapa negara bersedia menjadi tuan rumah untuk negosiasi gencatan senjata. Sebut saja Pakistan. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyatakan kesiapan negaranya menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS. Serangan itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan, dengan sedikitnya 13 tentara AS tewas dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN