Demi Perbaiki Pipa Air Kota, Pria Misterius ini Sumbang Emas Batangan Senilai Rp60 Miliar

Ilustrasi emas batangan. (foto: shutterstock/mistar)
Osaka, MISTAR.ID
Sebuah kota di Jepang menerima sumbangan besar untuk memperbaiki sistem air yang sudah tua. Tak tanggung-tanggung, donasi tersebut berbentuk 21 kilogram emas batangan.
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (19/2/2026), Wali Kota Osaka, Hideyuki Yokoyama, mengungkapkan emas batangan tersebut diperkirakan bernilai 3,6 juta dollar AS atau setara Rp60 miliar.
Sumbangan ini diberikan secara anonim pada November tahun lalu. Sebagai rumah bagi hampir tiga juta jiwa, Osaka merupakan pusat komersial penting di wilayah Kansai.
Masalah pipa air di Jepang Namun, layaknya banyak kota besar di Negeri Sakura, Osaka kini berhadapan dengan masalah infrastruktur pipa air dan saluran pembuangan yang sudah menua. Biro pengairan kota Osaka mencatat, lebih dari 90 kasus kebocoran pipa air di bawah jalan pada tahun fiskal 2024.
"Memperbaiki pipa air yang sudah tua membutuhkan investasi besar. Jadi saya hanya bisa menyampaikan rasa terima kasih," kata Yokoyama, dikutip dari BBC, Senin (23/2/2026).
Ia pun mengaku sempat dibuat bingung dengan jumlah donasi yang sangat mengejutkan tersebut. Donor misterius yang sama sebelumnya telah memberikan uang tunai sebesar 500.000 yen atau sekitar Rp54 juta untuk proyek pengairan kota.
Biro pengairan kota tersebut menyatakan dalam sebuah pernyataan, mereka berterima kasih atas sumbangan emas tersebut dan akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, termasuk mengatasi kerusakan pipa air.
Menurut media lokal, lebih dari 20 persen pipa air di Jepang telah melewati masa pakai legalnya selama 40 tahun. Lubang runtuhan juga semakin umum terjadi di kota-kota Jepang, yang banyak di antaranya memiliki infrastruktur pipa pembuangan limbah usang.
Tahun lalu, sebuah lubang besar di Prefektur Saitama menelan kabin sebuah truk, menewaskan pengemudinya. Lubang tersebut diyakini disebabkan oleh pipa saluran pembuangan yang pecah.
Tragedi itu sempat mendorong pemerintah Jepang untuk mempercepat penggantian pipa yang mengalami korosi di seluruh negeri. Namun, keterbatasan anggaran kerap menjadi hambatan utama dalam proses pembaruan infrastruktur vital ini.
BERITA TERPOPULER





















