Cerita Pilot Flydubai Berdarah-darah Lawan Kopilot, Selamatkan 174 Penumpang

Pilot Flydubai video call dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. (foto: reuters/mistar)
New Delhi, MISTAR.ID - Pilot Flydubai asal India, Smit Machchhar, menceritakan perjuangannya mempertahankan pesawat dari upaya pembajakan yang dilakukan kopilotnya sendiri. Dalam insiden tersebut, Machchhar mengalami luka parah setelah diserang saat pesawat berada di ketinggian sekitar 34.000 kaki.
Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan Flydubai FZ1073 rute Dubai-Tel Aviv pada 30 September 2026. Pesawat yang membawa 174 penumpang tersebut kemudian melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi.
Kesaksian Machchhar disampaikannya kepada Perdana Menteri India Narendra Modi melalui sambungan video, Jumat (2/10/2026). Ia mengaku sempat berada dalam kondisi kritis setelah diserang oleh kopilot.
"Saat itu saya berjuang mempertahankan hidup saya. Saya terluka sangat parah hingga jatuh tersungkur," kata Machchhar dalam percakapan tersebut, dilansir CNN.
Ia mengatakan dirinya sempat khawatir tidak mampu bangkit kembali. Dalam kondisi terluka, Machchhar menyadari bahwa pesawat berada dalam situasi berbahaya. "Saya sedang berada di lantai kokpit saat menyadari pesawat itu akan jatuh," ujarnya.
Machchhar kemudian berusaha mencapai pintu kokpit. Meski terus diserang, ia berhasil membuka pintu tersebut sehingga sejumlah penumpang dapat masuk dan membantu melumpuhkan pelaku.
"Saya melakukan ini demi nyawa saya sendiri, tetapi pada saat yang sama, saya tahu bahwa saya tidak boleh membiarkan orang lain tewas," ucapnya.
Foto-foto yang beredar dari dalam kokpit memperlihatkan kondisi Machchhar yang mengalami luka serius. Darah juga terlihat berceceran di area kokpit setelah perkelahian tersebut.
Saat berbicara dengan Modi, Machchhar tampak emosional ketika menceritakan kembali kejadian yang dialaminya. Ia bahkan meminta maaf karena sempat menangis dalam percakapan tersebut.
Machchhar juga mengungkapkan bahwa putrinya sempat datang menjenguknya di rumah sakit, tetapi takut melihat kondisi sang ayah. Sementara itu, putra bungsunya yang masih berusia dua tahun belum dapat menemuinya.
Modi mengapresiasi tindakan Machchhar yang dinilai telah membantu menyelamatkan para penumpang dalam situasi tersebut. "Anda sendiri sedang berjuang antara hidup dan mati," tutur Modi.
Saat ini Machchhar masih menjalani pemulihan di sebuah rumah sakit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sebelumnya, ia sempat mendapat perawatan di Arab Saudi setelah pesawat melakukan pendaratan darurat akibat insiden tersebut.
















































