Sunday, October 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Banjir Bandang Terjang Gorkha, Nepal: Lima Orang Hilang dan Puluhan Rumah Hanyut

Mistar.idMinggu, 11 Oktober 2026 pukul 18.49 WIB
banjir_bandang_terjang_gorkha_nepal_lima_orang_hilang_dan_puluhan_rumah_hanyut

Banjir Bandang Terjang Gorkha, Nepal: Lima Orang Hilang dan Puluhan Rumah Hanyut. (foto:chatgpt/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (11/10/2026) — Banjir bandang menerjang kawasan Sungai Budhi Gandaki di Distrik Gorkha, Nepal, pada Minggu (11/10/2026). Bencana ini diduga dipicu longsor yang menghalangi aliran sungai atau anak sungainya, sebelum air bercampur lumpur dan material longsoran mengalir deras ke wilayah hilir.

Menurut laporan otoritas penanggulangan bencana Nepal yang dikutip The Himalayan Times, lima orang—dua perempuan dan tiga laki-laki—dilaporkan hilang. Sebanyak 47 orang telah dievakuasi menurut laporan tersebut, sementara Reuters dan Associated Press kemudian melaporkan 49 orang berhasil diselamatkan.

Banjir menghanyutkan puluhan rumah, merusak sejumlah jembatan, dan menerjang kamp konstruksi proyek PLTA Budhi Gandaki berkapasitas 341 megawatt. Tim penyelamat dari Angkatan Darat Nepal, kepolisian, dan petugas penanggulangan bencana dikerahkan untuk mencari korban serta membantu evakuasi warga.

Otoritas memperingatkan masyarakat di sepanjang aliran sungai, termasuk wilayah hilir menuju Dhading, Tanahun, Chitwan, serta Nawalparasi Timur dan Barat, agar menjauhi tepi sungai dan segera menuju tempat yang lebih aman. Penyebab pasti banjir dan total kerusakan masih dalam proses pendataan.

Mengapa Banjir Bandang Ini Berbahaya?

Salah satu ancaman utama adalah kemungkinan terbentuknya bendungan alami akibat longsor. Ketika material tanah dan batu menutup sungai, air dapat terkumpul di belakangnya. Jika penghalang jebol, air yang terlepas secara mendadak berpotensi memicu banjir bandang dengan daya rusak besar.

Medan pegunungan Nepal dan lembah sungai yang sempit juga dapat mempercepat aliran air sekaligus mempersulit evakuasi. Kerusakan jembatan semakin memperbesar tantangan bagi petugas untuk menjangkau desa-desa terpencil.

Bencana di Gorkha kembali menyoroti pentingnya sistem peringatan dini yang mampu mendeteksi perubahan aliran sungai akibat longsor, bukan hanya kenaikan debit karena hujan.

Hingga kondisi dinyatakan aman, warga di kawasan rawan diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke permukiman yang terdampak. Sementara itu, pencarian lima orang yang hilang dan penilaian kerusakan infrastruktur menjadi prioritas penanganan darurat.

(reuters/thehimalayantimes/kathmandupost/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN