Sunday, October 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Selamat dari Suntik Mati, Christa Pike Dikembalikan ke Penjara

Mistar.idSabtu, 10 Oktober 2026 pukul 23.24 WIB
selamat_dari_suntik_mati_christa_pike_dikembalikan_ke_penjara

Christa Pike. (foto: Reuters)

news_banner

Nashville, MISTAR.ID - Terpidana mati di Amerika Serikat (AS), Christa Pike, dipulangkan ke penjara setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat kegagalan eksekusi suntik mati pada 30 September 2026.

Dilansir BBC, penasihat hukum Pike, dalam pernyataan pada Sabtu (10/10/2026), mengatakan perempuan berusia 50 tahun itu telah kembali ke penjara tempatnya menjalani hukuman selama 30 tahun terakhir. Ia masih mendapatkan perawatan medis di dalam penjara.

Pike sebelumnya dilaporkan berada dalam kondisi kritis setelah dua kali penyuntikan obat pentobarbital dalam upaya pelaksanaan hukuman mati terhadap dirinya. Namun, ia ternyata bisa bertahan dari prosedur mematikan itu.

Awal pekan ini, Pike dilaporkan kembali sadar dan mulai berbicara. Perkembangan itu mengejutkan para ahli, tenaga medis, serta tim pengacaranya.

“Dia berterima kasih kepada petugas pertolongan pertama dan tim medis yang telah merawatnya dalam keadaan luar biasa ini,” kata tim pengacaranya dalam pernyataan tersebut.

Kasus Pike kini memasuki situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia diyakini menjadi satu-satunya orang yang selamat dari upaya eksekusi melalui suntik mati.

Dalam sidang pengadilan pada Rabu (7/10/2026), Asisten Jaksa Agung Tennessee, Will Ayers, mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah pemerintah negara bagian akan menjadwalkan ulang pelaksanaan hukuman mati terhadap Pike.

Hakim dalam sidang tersebut juga memerintahkan negara bagian Tennessee untuk mengamankan seluruh bukti yang berkaitan dengan kegagalan eksekusi. Bukti-bukti itu berpotensi menjadi dasar gugatan hukum terhadap pemerintah negara bagian pada masa mendatang.

Pike dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Colleen Slemmer, 19 tahun, yang terjadi ketika Pike masih berusia 18 tahun.

Bersama pacarnya saat itu, Tadaryl Shipp, Pike memukuli, menyiksa, dan membunuh Slemmer. Ketiganya diketahui bertemu di sebuah kamp pelatihan kerja bagi anak muda dari keluarga berpenghasilan rendah.

Kegagalan eksekusi tersebut kini menimbulkan pertanyaan mengenai langkah hukum selanjutnya terhadap Pike, termasuk kemungkinan pelaksanaan hukuman mati untuk kedua kalinya. Hingga Sabtu, belum ada kepastian mengenai keputusan pemerintah negara bagian Tennessee terkait hal itu. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN