Selamat dari Suntik Mati, Christa Pike Bangun dan Kini Hadapi Masalah Kesehatan Serius

Christa Pike (Foto: Reutres)
New York, MISTAR.ID - Terpidana mati Christa Pike dilaporkan mengalami sejumlah masalah kesehatan setelah selamat dari upaya eksekusi suntik mati yang gagal di Tennessee, Amerika Serikat.
Pengacara Pike, Randy Spivey, mengatakan kliennya kini menderita pneumonia. Selain itu, Pike disebut mengalami penggumpalan darah, kesulitan menelan, serta gangguan pada kedua lengan dan tangannya.
Keterangan tersebut disampaikan Spivey setelah Pike menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi medis yang dialaminya setelah eksekusi.
Dua Kali Upaya Eksekusi Tidak Berhasil
Pike dijadwalkan menjalani hukuman mati pada 30 September setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan Colleen Slemmer pada 1995. Saat itu, Pike melakukan kejahatan tersebut bersama kekasihnya.
Namun, pelaksanaan hukuman mati tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pike dilaporkan tetap hidup setelah dua kali upaya pemberian suntikan mematikan.
Death Penalty Information Center menyebut Pike sebagai satu-satunya orang yang diketahui selamat dari upaya eksekusi di Amerika Serikat.
Kejadian tersebut membuat kondisi Pike menjadi perhatian karena proses eksekusi yang seharusnya berakhir dengan kematian justru berujung pada perawatan medis intensif.
Sempat Dinyatakan Mati Otak
Spivey mengatakan kondisi Pike sempat sangat kritis. Tim medis bahkan disebut telah mendiagnosisnya mengalami mati otak dan bersiap menghentikan alat bantu kehidupan.
Namun, situasi berubah pada hari berikutnya.
Pike tiba-tiba sadar dan mulai berbicara. Menurut Spivey, kondisi tersebut mengejutkan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Kata-kata pertama Pike setelah sadar disebut berupa pertanyaan sederhana mengenai keberadaan dan orang-orang di sekelilingnya.
"Di mana saya?" dan "Siapa Anda?" disebut menjadi pertanyaan yang pertama kali diucapkannya.
Kondisinya Disebut Mengalami Banyak Gangguan
Setelah sadar, Pike disebut masih mengalami disorientasi. Seiring waktu, ia mulai dapat mengingat sejumlah detail mengenai proses eksekusi yang dialaminya.
Spivey menggambarkan kondisi fisik kliennya sebagai sesuatu yang sangat serius. Ia mengatakan tangan Pike mengalami pembengkakan parah dan menggambarkannya menyerupai sarung tangan bedah yang mengembang.
Selain pneumonia, Pike juga disebut mengalami pembekuan darah dan kesulitan menelan. Ia bahkan belum mampu menggerakkan lengan atau tangannya secara normal.
"Saya tidak memiliki penjelasan atas apa yang terjadi," ujar Spivey setelah menghadiri persidangan di Pengadilan Chancery Davidson County.
Masa Depan Pike Masih Belum Jelas
Kondisi terbaru Pike menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi terhadap pelaksanaan hukuman matinya setelah upaya eksekusi sebelumnya gagal.
Pengacaranya mengatakan belum mengetahui bagaimana kelanjutan perkara tersebut. Sementara itu, Pike masih menjalani pemulihan akibat dampak medis yang muncul setelah proses eksekusi.
Kasus ini menjadi perhatian karena kejadian serupa sangat jarang terjadi di Amerika Serikat. Pike disebut sebagai satu-satunya orang yang diketahui berhasil bertahan hidup setelah menjalani upaya eksekusi.
Untuk saat ini, perhatian utama berada pada kondisi kesehatan Pike dan langkah hukum berikutnya setelah kegagalan pelaksanaan hukuman mati tersebut.
















































