Sunday, October 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Banjir Bandang Terjang Gorkha, Nepal, 49 Orang Diselamatkan dan Lima Hilang

Mistar.idMinggu, 11 Oktober 2026 pukul 19.26 WIB
banjir_bandang_terjang_gorkha_nepal_49_orang_diselamatkan_dan_lima_hilang

Tentara Nepal membawa mayat pekerja yang ditemukan selama operasi pencarian dan penyelamatan di proyek pembangkit listrik tenaga air Chilime setelah banjir bandang sebelumnya di distrik Rasuwa Nepal, 16 September 2026 lalu. (foto:Tentara Nepal-AP via arabnews/mistar))

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (11/10/2026) — Banjir bandang kembali menerjang Nepal setelah longsor menghambat aliran Sungai Budhi Gandaki di Distrik Gorkha. Sebanyak 49 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang dilaporkan hilang. Militer dan aparat keamanan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga serta mengantisipasi ancaman banjir di wilayah hilir.

Bencana yang terjadi pada Oktober 2026 ini menambah beban Nepal yang masih menghadapi dampak banjir dahsyat pada Agustus lalu. Pemerintah memperingatkan warga di kawasan rawan agar segera menuju tempat aman karena luapan sungai berpotensi mengancam permukiman dan merusak akses transportasi.

Militer Dikerahkan, Warga di Hilir Diminta Mengungsi

Operasi penyelamatan melibatkan personel militer, polisi, dan petugas penanggulangan bencana. Helikopter turut dikerahkan untuk mendukung evakuasi di tengah kerusakan infrastruktur dan sulitnya akses menuju sejumlah lokasi terdampak.

Sebanyak 49 orang dilaporkan berhasil diselamatkan. Sementara itu, lima orang masih dinyatakan hilang. Kedua angka tersebut merujuk pada status yang berbeda dan tidak boleh disamakan dengan jumlah korban meninggal.

Peringatan banjir juga disampaikan kepada warga di sejumlah distrik, termasuk Gorkha, Tanahun, Chitwan, Nawalparasi Timur, dan Nawalparasi Barat. Masyarakat di sekitar bantaran sungai diminta mengikuti arahan petugas dan menghindari daerah berbahaya.

Longsor Hambat Sungai, Banjir Bandang Mengancam Permukiman

Banjir bandang di Gorkha diduga dipicu longsor yang menghalangi aliran Sungai Budhi Gandaki. Kondisi ini dapat menyebabkan air tertahan, meluap, lalu menerjang kawasan di sekitarnya bersama lumpur, bebatuan, dan material longsoran.

Dampaknya dilaporkan mencakup kerusakan rumah, jembatan, serta infrastruktur pendukung. Kerusakan tersebut berpotensi memperlambat proses evakuasi dan penyaluran bantuan, terutama apabila jalur penghubung antarkawasan terputus.

Ancaman tidak hanya berada di sekitar lokasi longsor. Wilayah hilir juga perlu diwaspadai karena perubahan aliran air dapat membahayakan masyarakat yang tinggal jauh dari titik awal kejadian.

Nepal Belum Pulih dari Banjir Dahsyat Agustus 2026

Bencana terbaru ini terjadi ketika Nepal masih menghadapi dampak banjir besar pada Agustus 2026. Berdasarkan laporan awal Oktober, bencana sebelumnya menyebabkan sedikitnya 1.455 orang meninggal dan 5.285 orang masih hilang.

Angka tersebut merupakan data pada periode pelaporan tertentu, bukan jumlah final yang tidak dapat berubah. Pembaruan berikutnya mencatat perubahan angka korban dan orang hilang seiring perkembangan pendataan.

Besarnya dampak bencana Agustus menunjukkan beratnya tantangan kemanusiaan yang dihadapi Nepal. Kerusakan rumah, jalan, dan jembatan membuat pemulihan kehidupan warga menjadi pekerjaan panjang, sementara banjir terbaru kembali menuntut pengerahan sumber daya untuk menyelamatkan masyarakat.

Peringatan Penting: Bahaya Bisa Menjalar ke Wilayah Hilir

Banjir yang dipicu longsor memiliki karakteristik berbeda dari genangan biasa. Material yang menutup sungai dapat mengubah aliran air secara mendadak, sedangkan arus deras berpotensi membawa puing-puing dan merusak infrastruktur.

Karena itu, penyelamatan warga perlu berjalan beriringan dengan pemantauan sungai, penyampaian peringatan dini, dan kesiapan jalur evakuasi. Warga di kawasan rawan harus segera mengikuti instruksi otoritas, bukan menunggu hingga air memasuki permukiman.

Banjir bandang di Gorkha kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di Nepal. Di tengah operasi penyelamatan 49 orang dan pencarian warga yang masih hilang, keselamatan masyarakat serta akses bantuan menjadi prioritas mendesak.

(reuters/kathmandupost/aranews/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN