Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Alex Honnold Taklukkan Gedung 508 Meter Tanpa Tali, Tantangan Ekstrem di Batas Nyali

Mistar.idSelasa, 27 Januari 2026 16.20
journalist-avatar-top
alex_honnold_taklukkan_gedung_508_meter_tanpa_tali_tantangan_ekstrem_di_batas_nyali_

Alex Honnold saat menaklukkan gedung Taipei 101 tanpa tali. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Nama Alex Honnold kembali jadi sorotan dunia olahraga ekstrem. Pendaki asal Amerika Serikat itu sukses menaklukkan gedung Taipei 101 setinggi 508 meter tanpa tali pengaman, sebuah aksi yang menempatkannya di batas antara kemampuan manusia dan risiko maut.

Aksi berbahaya tersebut dilakukan dalam siaran langsung Netflix, akhir pekan kemarin. Honnold membutuhkan waktu 1 jam 35 menit untuk mencapai puncak gedung tertinggi di Taiwan itu. Beberapa kali angin kencang membuat momen pendakian terasa menegangkan.

“Anginnya kencang sekali,” ujar Honnold sambil tersenyum usai menyelesaikan pendakian.

Bagi Honnold, teknik panjat tanpa tali atau free solo bukan hal baru. Ia telah menekuni panjat tebing selama lebih dari 30 tahun dan dikenal sebagai salah satu atlet paling berani di dunia olahraga ekstrem.

Namanya semakin mendunia setelah mendaki El Capitan di Yosemite National Park—tebing vertikal setinggi lebih dari 900 meter—tanpa tali pengaman.

Aksi di El Capitan bahkan diabadikan dalam film dokumenter Free Solo, yang meraih Piala Oscar pada 2019. Pendakian tersebut memakan waktu hampir empat jam dan disebut sebagai salah satu pencapaian paling berbahaya dalam sejarah panjat tebing.

Meski dikenal nekat, Honnold menegaskan rasa takut tetap ada. Namun, ia memilih mengelolanya lewat persiapan matang dan latihan ekstrem. “Saya juga merasa takut seperti orang lain. Tapi semuanya harus dipersiapkan dengan sangat serius,” kata Honnold dalam sebuah wawancara.

Pendakian di gedung, menurutnya, memberikan tantangan berbeda dibanding tebing alami. Pegangan berupa besi dan pola pijakan yang berulang justru lebih menguras tenaga. “Mendaki gedung jauh lebih melelahkan. Gerakannya sama terus dan otot cepat lelah,” katanya.

Alex Honnold di puncak Taipei 101. (foto: reuters/mistar)

Meski tampil tanpa tali, Honnold tidak pernah bertindak sembarangan. Ia selalu memulai dengan pendakian menggunakan tali untuk mempelajari setiap pijakan, menghitung gerakan, dan memastikan semuanya aman sebelum melakukan free solo.

Dalam pandangannya, rasa takut adalah bagian penting dari olahraga berisiko tinggi. “Jika tidak ada rasa takut yang nyata, berarti tidak ada bahaya nyata,” ujarnya dalam sebuah podcast.

Baginya, kunci olahraga ekstrem bukan menghilangkan rasa takut, melainkan menghadapinya dengan kontrol dan disiplin tinggi. “Saya bukan orang istimewa. Jari-jari saya bahkan tidak kuat. Karena itu saya berlatih lebih keras,” tutur Honnold.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN