Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Rusia Serang Kyiv Usai Sepakati Perundingan Damai, 1 Tewas dan 22 Luka-Luka

Mistar.idKamis, 22 Oktober 2026 pukul 15.20 WIB
rusia_serang_kyiv_usai_sepakati_perundingan_damai_1_tewas_dan_22_lukaluka

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api setelah serangan rudal Rusia di pusat Kota Kyiv, Ukraina, Kamis (22/10/2026). (foto: Efrem Lukatsky/AP)

Kyiv, MISTAR.ID - Rudal balistik dan drone Rusia mengguncang ibu kota Ukraina, Kyiv, Kamis (22/10/2026) dini hari waktu setempat, menewaskan satu orang dan melukai 22 lainnya. Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Kremlin menyatakan Presiden Vladimir Putin pada prinsipnya menyetujui dimulainya kembali perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

Dilansir Associated Press (AP), serangan yang berlangsung pada malam hingga Kamis pagi itu menyasar sejumlah wilayah di Kyiv dan merusak rumah warga, infrastruktur transportasi, serta fasilitas sipil lainnya. Dinas Darurat Negara Ukraina melaporkan, sejumlah kebakaran juga terjadi akibat serangan tersebut.

Di Distrik Dniprovskyi, yang terletak di tepi timur Sungai Dnipro, satu orang dilaporkan tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang anak.

Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Kremlin menyatakan kesediaan untuk kembali melanjutkan perundingan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) guna mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Sehari sebelumnya, penasihat kebijakan luar negeri Rusia, Yuri Ushakov, mengatakan Presiden Vladimir Putin pada prinsipnya menyetujui dimulainya kembali perundingan trilateral yang melibatkan Rusia, AS, dan Ukraina setelah 10 November, sekitar sepekan setelah pemilihan paruh waktu AS.

Sebelumnya, Putin bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff di St. Petersburg. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya diplomatik Washington untuk mendorong penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut upaya untuk menggelar kembali perundingan. Namun, ia menyampaikan sikap hati-hati terkait kemungkinan tercapainya kemajuan dalam pembicaraan tersebut.

“Kita lihat apa yang terjadi kali ini,” kata Zelenskyy sebelum peringatan serangan rudal terdengar di Kyiv.

Serangan terbaru tersebut kembali memperlihatkan situasi keamanan yang masih rapuh di Ukraina, meskipun terdapat sinyal dimulainya kembali jalur diplomasi antara Moskow, Kyiv, dan Washington.

Belum ada kepastian apakah rencana perundingan trilateral itu akan menghasilkan kemajuan konkret menuju penghentian perang, sementara serangan terhadap wilayah ibu kota Ukraina masih menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada fasilitas sipil. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN