Serangan Houthi Meluas, AS Tarik Staf dari Kedubes di Saudi

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi. (foto: AFP/Getty Images via CNN)
Riyadh, MISTAR.ID - Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan penarikan staf non-esensial beserta anggota keluarga mereka dari Arab Saudi menyusul meningkatnya ancaman serangan kelompok Houthi yang didukung Iran dari Yaman.
Dilansir CNN International, Kamis (22/10/2026), juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya aksi permusuhan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang menyasar bandara sipil dan infrastruktur penting.
“Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan perintah keberangkatan bagi pegawai pemerintah AS non-darurat beserta anggota keluarga mereka di Arab Saudi,” tulis Pigott melalui platform X.
Ia menambahkan, serangan tersebut telah menyebabkan korban sipil serta gangguan serius terhadap perjalanan.
Seorang sumber yang dikutip CNN menyebutkan, sejumlah perwakilan diplomatik AS lainnya di kawasan Timur Tengah juga menyesuaikan penempatan personel sebagai respons terhadap ancaman Houthi. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa langkah tersebut secara khusus berkaitan dengan ancaman kelompok Houthi.
Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan peringatan keamanan pada Rabu (21/10/2026), yang meminta warga negaranya mewaspadai kemungkinan serangan terhadap bandara serta gangguan perjalanan di Arab Saudi.
Peringatan itu muncul setelah serangkaian serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan menyasar sejumlah fasilitas strategis Arab Saudi, termasuk bandara, instalasi militer, infrastruktur minyak, dan jalur pelayaran.
Dalam pemberitahuan tersebut, pemerintah AS turut membatasi penggunaan bandara di Arab Saudi oleh pegawainya.
“Pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi memerlukan izin khusus dari Kepala Misi untuk menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi setelah serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap sejumlah bandara di kerajaan tersebut,” demikian isi peringatan itu.
Ancaman terhadap infrastruktur strategis Arab Saudi semakin meningkat seiring meluasnya konflik regional.
Di hari yang sama, otoritas Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat sedikitnya tujuh pesawat nirawak, termasuk satu unit yang mengarah ke ladang minyak Shaybah di Provinsi Timur.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dua pekerja ekspatriat dan melukai dua orang lainnya.
Pada Rabu malam, serangan lainnya menghantam Bandara Internasional King Fahd di Dammam, wilayah timur Arab Saudi. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam insiden tersebut.
Bandara itu juga mengalami kerusakan, meskipun tingkat kerusakannya masih dalam proses penilaian.
Di tengah meningkatnya serangan, Arab Saudi terus memperkuat operasi militernya terhadap kelompok Houthi. Pasukan yang didukung Riyadh dan bersekutu dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional memperluas operasi di sejumlah garis depan, dengan dukungan kekuatan udara Saudi.
Amerika Serikat juga meningkatkan dukungan militernya kepada kerajaan tersebut, terutama melalui penguatan intelijen dan bantuan penentuan sasaran.
Namun, Riyadh dilaporkan masih menginginkan dukungan ofensif yang lebih besar dari Washington untuk menghadapi Houthi.
Presiden AS Donald Trump sejauh ini belum memutuskan untuk melancarkan serangan langsung terhadap kelompok tersebut.
Awal bulan ini, Trump belum memberikan kepastian mengenai kemungkinan keterlibatan militer AS. Ia menyebut serangan Houthi sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima” dan mengatakan Washington akan mempertimbangkan kemungkinan bergabung dengan Arab Saudi.
Sementara itu, dukungan dari negara-negara sekutu Arab Saudi juga mulai meningkat.
Pada Selasa, Inggris mengumumkan rencana pengerahan jet tempur untuk membantu mempertahankan Arab Saudi dari serangan Houthi. Mesir juga menyatakan kesiapan memberikan “segala bentuk dukungan yang diperlukan dan memungkinkan” dalam beberapa hari terakhir. (*)









































