Friday, October 9, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Warga yang Hilang di Danau Toba Ditemukan Mengapung di Perairan Ambarita

Mistar.idJumat, 9 Oktober 2026 pukul 15.02 WIB
warga_yang_hilang_di_danau_toba_ditemukan_mengapung_di_perairan_ambarita

Jasad Usman Sihotang dievakuasi Tim SAR setelah ditemukan mengapung di perairan Ambarita, Jumat (9/10/2026). (Foto: Pos SAR Danau Toba/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID – Pria 33 tahun, Usman Sihotang, yang hilang saat mencari ikan di Danau Toba ditemukan mengapung di perairan Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (9/10/2026).

Jasad Usman pertama kali ditemukan rombongan pengendara jetski yang melintas di perairan tersebut.

Koordinator Pos SAR Danau Toba, Erikson Gultom mengatakan, tim SAR langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi tersebut. Jasad korban dievakuasi menggunakan kapal cepat dan dibawa ke RSUD Parapat.

"Jasad Usman Sihotang ditemukan di perairan Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Korban pertama kali ditemukan oleh rombongan jetski dan kemudian dilaporkan ke Basarnas," kata Erikson.

Jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Parapat. “Sebelumnya pertama kali dilaporkan ditemukan pukul 10.30 WIB," ujarnya.

Kapolsek Girsang Sipangan Bolon, AKP Mantho Pandiangan, juga membenarkan penemuan tersebut. Keluarga Usman telah berada di RSUD Parapat untuk memastikan identitas korban.

Usman dilaporkan hilang saat mencari ikan di depan Pesanggrahan Parapat, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Usman dilaporkan hilang pada Senin (5/10/2026) saat mencari ikan menggunakan solu. Ia sebelumnya bersama rekannya mencari ikan di sekitar perairan Danau Toba.

Setelah membawa hasil tangkapan ke tepi danau, Usman kembali ke tengah danau seorang diri untuk memasang doton. Setelah itu, Usman tidak pernah terlihat lagi.

Pada pencarian awal, ditemukan dayung dan sandal yang diduga milik Usman. Sementara solu yang digunakannya juga belum ditemukan.

Sesuai prosedur, pencarian akan dilakukan selama tujuh hari. Operasi pencarian tetap bisa dilakukan sesuai perkembangan dan petunjuk yang ditemukan di lapangan.

"Sesuai SOP kami melakukan pencarian selama tujuh hari, namun masih menunggu petunjuk selanjutnya dari lapangan," ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN