Tragis! Dua Pelajar Hanyut di Sungai Bingai Ditemukan Meninggal Dunia

Lokasi sungai tempat kedua korban hanyut yang sudah ditemukan, dan jenazah korban yang ditemukan. (foto:istimewa/mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Tim gabungan akhirnya menemukan dua remaja yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran Sungai Bingai, Dusun VIII Bandar Meriah, Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Sabtu (25/4/2026).
Pencarian dilakukan sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB oleh personel Polsek Sei Bingai bersama Basarnas dan BPBD Kabupaten Langkat, dipimpin Kanit Reskrim Iptu Sukadi atas perintah Kapolsek Sei Bingai AKP Endramawan Sitepu.
Korban pertama, Andini Natasya (18), pelajar asal Kecamatan Medan Labuhan, ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 02.45 WIB oleh warga setempat di lokasi terakhir korban terlihat.
Selanjutnya, korban kedua, M. Rasha Husein (18), juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 13.20 WIB oleh warga di lokasi yang tidak jauh dari titik awal kejadian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Namu Ukur untuk dilakukan visum luar, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Medan Labuhan.
Kapolsek Sei Bingai, AKP Endramawan Sitepu, menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga korban telah mengikhlaskan dan menyatakan bahwa peristiwa ini murni kecelakaan, serta memohon agar tidak dilakukan autopsi,” ujarnya.
Dengan ditemukannya kedua korban, proses pencarian resmi dihentikan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi arus deras.
Sebelumnya diberitakan, dua orang pelajar SMA hanyut di aliran Sungai Bandar Meriah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Jumat (24/4/2026). Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan terdiri dari BPBD dan TNI-Polri masih terus melakukan pencarian terhadap dua pelajar yang hanyut, masing-masing berinisial AN (18), seorang perempuan, dan R (18), seorang laki-laki. Keduanya merupakan warga asal Medan Labuhan.
Kapolsek Sei Bingai, AKP Endramawan Sitepu, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian dua pelajar yang hanyut tersebut. Dijelaskannya, saat itu proses pencarian masih dilakukan.
"Kedua korban masih dalam pencarian, petugas bersama masyarakat terus menyisir area sungai,” ucapnya.
Meski belum diketahui secara pasti kronologi kejadian, dugaan sementara korban hanyut saat berada di sekitar aliran sungai. Berdasarkan informasi yang diperoleh, seusai pulang sekolah, keduanya bersama teman-temannya berangkat menuju lokasi pemandian tersebut untuk mandi.
Saat mandi, keduanya dikabarkan hanyut terseret arus sungai yang deras. Meskipun beberapa temannya telah berusaha memberikan pertolongan dengan menarik korban, arus sungai yang kuat membuat keduanya terseret hingga hanyut dan tenggelam. (hm27)

















