Tiga dari 10 Orang dalam Pesawat yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Ditemukan Tewas

Poses evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di kawasan Pegunungan Bulu Saraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. (foto: Basarnas/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Pesawat carter ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih dalam proses pencarian dan evakuasi oleh tim SAR gabungan.
Hingga saat ini, tim SAR telah menemukan tiga korban dari total 10 orang yang tercatat dalam manifes, terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang.
Sebelumnya, dua korban berhasil dievakuasi. Salah satunya telah teridentifikasi sebagai pramugari Florencia Lolita Wibisono, sementara satu korban lainnya sempat menjalani proses identifikasi lanjutan. Untuk korban ketiga ditemukan, Rabu (21/1/2026), di area tebing dan jurang sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, mengatakan korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA. “Total ada tiga korban yang ditemukan. Korban terbaru ditemukan di area tebing, namun belum dapat dipastikan jenis kelaminnya karena kondisi yang lebih mengarah pada bagian tubuh,” ujarnya.
Pada Rabu malam pukul 22.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel juga menyerahkan satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki kepada pihak keluarga. Korban teridentifikasi atas nama Deden Maulana, sesuai data pada peti jenazah bernomor PM.62.B.02, dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta Selatan (Jaksel).
Selain korban, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan kotak hitam (black box) pesawat di lokasi jatuhnya pesawat. Temuan tersebut berada di bagian ekor pesawat yang ditemukan dalam kondisi relatif utuh.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menjelaskan kotak hitam masih berada di dalam ekor pesawat dan tidak terlepas dari strukturnya. “Potongan ekor pesawat berhasil dicek, dan black box masih berada di posisi semula,” katanya.
Kotak hitam tersebut kemudian diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk keperluan investigasi penyebab kecelakaan.
Selain jenazah, tim SAR juga menemukan potongan tubuh yang diduga milik korban kecelakaan pesawat. Potongan tangan tersebut ditemukan, Rabu (21/1/2026) pukul 15.45 WITA saat penyisiran area sekitar lokasi kejadian.
Asisten Resimen Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, menyebut potongan tubuh itu ditemukan sekitar 70 meter dari lokasi penemuan korban pertama.
“Temuan ini berada tidak jauh dari titik penemuan korban Minggu (18/1/2026) lalu,” katanya.
Proses pencarian dan evakuasi korban lainnya masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang terjal dan cuaca di sekitar Gunung Bulusaraung.
PREVIOUS ARTICLE
Mobil Pembawa Rokok Ilegal Tabrak Rumah Warga di SitampurungBERITA TERPOPULER



















