13.5 C
New York
Monday, April 15, 2024

Seratusan Warga Keracunan Gas dari Pengeboran Sumur PT SMGP

Madina, MISTAR.ID

Seratusan warga menjadi korban keracunan gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Hingga saat ini dilaporkan setidaknya 101 orang telah menjadi korban dan mendapat perawatan di rumah sakit.

“Jumlah korban sementara yang dirawat baik di RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina sebanyak 101 korban,” kata Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh dilansir detikSumut, Jumat (23/2/24).

Arie mengungkapkan, para korban berasal dari Desa Sibanggor Julu dan Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

Para korban yang terdiri dari bayi usia 4 bulan hingga lansia 84 tahun saat ini dirawat di RSUD Panyabungan dan 55 di antaranya di RS Permata Madina.

Baca juga: Bawa Anak Sekolah, Angdes Sinar Tani Terbalik di Simpang Panei

“Secara keseluruhan pasien yang berada di RSUD dan RS Permata Madina sudah mendapatkan perawatan medis,” jelas Arie.

Peristiwa itu berawal ketika pipa milik PT SMGP diduga bocor. Menurut Kapolres Arie, masyarakat mulai dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (22/2/28) sejak pukul 18.00 WIB. Hingga Kamis pukul 21.00 WIB, sudah 75 orang dilarikan ke rumah sakit.

“Kalau kejadian awalnya itu jam 18.00 WIB tadi. Awalnya hanya satu dua orang. Nah, kemudian tadi terus bertambah, ramainya tadi pada pukul 20.00 WIB, kemudian pukul 21.00 WIB, puncaknya itu. Di rumah sakit itu total 75 (orang), 35 di RSUD dan, 40 di Permata Madina,” kata Arie kepada Detiksumut, Kamis (22/2) malam.

Ia menjelaskan, warga yang keracunan terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Para korban rata-rata mengalami mual, pusing, hingga nyeri.

Berdasarkan keterangan dokter, lanjut Arie, kondisi para korban dalam keadaan stabil.

Mengantisipasi warga lain keracunan, sejumlah warga yang berada di Desa Sibanggor Julu dan sekitarnya telah dievakuasi.

“Kondisinya stabil. Saya tanya dokter, kondisinya mual-mual, pusing, nyeri,” jelas Arie.

Baca juga: Sempat Pingsan Saat Bertugas, Pengawas TPS di Binjai Meninggal Dunia

Berdasarkan keterangan dokter, kondisi kesehatan pasien tersebut juga tidak bakal memburuk.

“Begitu sampai [di rumah sakit], dikasih alat bantu pernapasan, dikasih minum, sudah stabil,” imbuhnya.

Arie mengungkapkan, PT SMGP saat kejadian memang sedang melakukan aktivasi sumur V 01. Kegiatan itu pun, lanjut Arie, sudah disosialisasikan kepada warga setempat.

“Pada hari ini dia mengaktivasi Sumur V 01, ada suratnya, sudah disosialisasikan. Ada keterangan hari ini dimulai jam 10.00 WIB, jam 11.00 WIB. Namun, titik lokasi kebocoran belum bisa dipastikan,” pungkasnya.

Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada akhir September 2022 lalu. Saat itu puluhan warga juga keracunan gas dari PT SMGP. (Detik/hm22)

Related Articles

Latest Articles