Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Sekolah Ar Ra’yu Payageli Kembali Dibobol, Pelaku Diduga Warga Sekitar

Mistar.idMinggu, 14 Desember 2025 pukul 10.22 WIB
sekolah_ar_rayu_payageli_kembali_dibobol_pelaku_diduga_warga_sekitar

Tangkapan layar pelaku pencurian saat masuk ke Sekolah Ar Ra'yu. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Sekolah Ar Ra'yu di Jalan Sei Mencirim, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, mengalami aksi pencurian. Tak hanya sekali, kawanan pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu beraksi dua kali dalam kurun waktu tak sampai satu bulan.

Akibatnya, sejumlah fasilitas sekolah dan uang tabungan anak sekolah raib dibawa kawanan pelaku.

Menurut Kepala Sekolah, Ahmad Hamdan, peristiwa pencurian itu terjadi, Rabu (26/11/2025) dan Sabtu (13/12/2025). Dari rekaman CCTV, pelaku masuk ke kawasan sekolah dengan memanjat tembok.

Pada aksi pertama, pria tersebut terlihat tidak mengenakan baju dan menggunakan penutup wajah. Sementara aksi kedua, masih dengan penutup wajah, pria itu mengenakan tas dan berbaju kaos.

"Kalau dari CCTV ada dua pelaku atau orang yang berbeda, tapi bisa saja satu komplotan," ucapnya, Minggu (14/12/2025).

Diduga, dalam aksi pertama pelaku menggunakan alat seadanya. Alhasil, barang yang berhasil dibawa kabur tak sebanyak dalam aksi kedua. Sementara aksi keduanya, diduga pelaku dengan persiapan lebih matang.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu pun berhasil mengambil TV 32 inci, puluhan meter kabel, dua buah tabung gas, tenda pramuka, server komputer dan barang lainnya.

"Pelaku juga mencuri uang tabungan siswa dan uang dari kotak infaq," tuturnya.

Atas dua kejadian itu, lanjut Ahmad, pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Medan dengan nomor LP/B/4278/XII/2025/SPKT/Polrestabes Medan.

Ahmad berharap polisi segera menindak lanjuti laporan tersebut untuk menangkap pelaku. Pasalnya, pihak sekolah menduga kuat jika pelaku merupakan warga sekitar.

"Kami berharap pelaku dapat ditangkap dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena kami sudah cukup susah. Belum lagi pulih duka kami setelah banjir besar melanda beberapa minggu yang lalu di wilayah Sunggal, malah terjadi tindakan pencurian ini," ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN