Monday, July 20, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Satu Rumah Hanyut Akibat Banjir Besar di Medan Maimun

Mistar.idJumat, 28 November 2025 pukul 15.21 WIB
satu_rumah_hanyut_akibat_banjir_besar_di_medan_maimun

Anak-anak sedang berenang di sisa-sisa banjir, Jumat (28/11/2025). (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Adnan, mengatakan akibat banjir yang melanda lokasi tersebut satu rumah hanyut dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Hingga Jumat (28/11/2025) siang, kawasan itu masih dipenuhi lumpur setebal sekitar 50 sentimeter dan barang-barang warga yang berserakan. Sebelumnya, banjir disebut mencapai ketinggian dua meter.

“Situasi saat ini, ya beginilah adanya, lumpurnya makin tebal. Sekitar lima puluh sentimeter. Barang-barang masyarakat pada berserakan semua,” ujar Adnan, saat ditemui Mistar di lokasi.

Ia mengatakan banjir kali ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mencapai hingga kawasan pasar.

“Untuk tahun ini ya, inilah yang paling besar banjirnya. Makanya sampai ke pasar (jalan besar) ini banjirnya,” ucapnya.

Adnan menjelaskan, sekitar 500 kepala keluarga terdampak banjir tersebut sehingga pihaknya mengevakuasi warga ke berbagai lokasi yang lebih aman. “Kita ungsikanlah masyarakat, kita tempatkan di mana yang bisa ditempati,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah obat-obatan, makanan, dan berbagai bentuk bantuan sosial. “Apapun bentuk donasi dari penyumbang, ya kita terima,” tuturnya.

Adnan juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun satu rumah di wilayahnya hanyut terbawa arus, sementara sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan. “Barang-barangnya habis semua, cuma orangnya yang tinggal. Syukur tidak ada korban jiwa,” ujarnya lagi.

Sejumlah bantuan evakuasi telah berdatangan, termasuk perahu karet dari BPBD dan tim SAR. “Untuk evakuasi masyarakat yang di dalam-dalam rumah. Tapi syukur, semua selamat mulai dari bayi, anak-anak sampai orang tua, semua berhasil kita selamatkan,” tuturnya.

Pantauan Mistar di lokasi, di tengah kesibukan warga membersihkan dan menyelamatkan barang-barang di rumahnya, sejumlah anak-anak justru tampak menikmati banjir dengan bermain dan berenang.

Fatan, siswa kelas 2 SD, mengaku senang dengan adanya banjir karena bisa berenang bersama teman-temannya. “Senang lah. Bisa berenang gratis, gak harus bayar,” katanya. Selain itu, sekolah yang diliburkan karena situasi banjir juga turut menambah kegembiraan anak-anak sekolah dasar itu.

Hingga berita ini ditulis, berbagai bantuan masih terus berdatangan. Mulai dari nasi bungkus, mi instan hingga air mineral. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN