Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polisi Dilempari Batu Saat Gerebek Bandar Narkoba di Jalan Multatuli Medan, Target Kabur

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 13.30 WIB
polisi_dilempari_batu_saat_gerebek_bandar_narkoba_di_jalan_multatuli_medan_target_kabur

Tangkapan layar saat anggota polisi dilempari batu. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Dr Ferry Walintukan, membenarkan insiden pelemparan batu terhadap sejumlah personel polisi di kawasan Jalan Multatuli, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Kamis (28/5/2026) sore.

Menurut Ferry, kejadian bermula saat personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut melakukan upaya penangkapan terhadap seorang terduga pengedar narkotika berinisial FF, 40 tahun.

“Benar, personel Ditres Narkoba Polda Sumut sedang melakukan penangkapan terhadap pelaku narkoba di lokasi tersebut. Namun saat proses penangkapan berlangsung, tiba-tiba sejumlah orang melakukan perlawanan dan melempari anggota menggunakan batu,” ujar Ferry, Jumat (29/5/2026).

Akibat penghadangan tersebut, tersangka FF berhasil melarikan diri dari lokasi saat hendak diamankan petugas. Ferry menegaskan, pihak kepolisian tetap berkomitmen menuntaskan kasus tersebut dan memburu pelaku hingga tertangkap.

Sebelumnya, video insiden itu viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah pria berpakaian preman yang diduga anggota polisi mendatangi lokasi di kawasan Multatuli, Medan.

Dalam video itu, petugas terlihat hendak membawa satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna merah yang diduga berkaitan dengan kasus yang sedang diselidiki.

Namun, sejumlah warga mencoba menghalangi petugas dan tidak mengizinkan kendaraan tersebut dibawa. Situasi kemudian memanas setelah batu dilempar dari arah samping rumah menuju petugas.

Tak lama berselang, sejumlah remaja mendatangi lokasi dan suasana semakin ricuh. Bentrokan pun terjadi hingga terdengar beberapa kali letusan yang diduga berasal dari senjata api.

Kericuhan akhirnya mereda setelah warga sekitar meminta aksi pelemparan dihentikan karena khawatir rumah mereka mengalami kerusakan. “Woi, jangan lempari batu lagi. Sudahlah itu, nanti rumah orang rusak,” teriak salah seorang warga dalam video yang beredar.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN