Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Penyebab Kematian Pekerja Lapo Tuak di Samosir Masih Diselidiki, Jenazah Diautopsi

Mistar.idKamis, 4 Juni 2026 20.47
journalist-avatar-top
JS
penyebab_kematian_pekerja_lapo_tuak_di_samosir_masih_diselidiki_jenazah_diautopsi

Tangkapan layar CCTV yang memperlihatkan korban saat berada di lokasi Lapo Tuak Oppu Ratus, Selasa (2/6/2026). (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Kasus meninggalnya seorang pekerja lepas (freelance) di Lapo Tuak Oppu Ratus, Desa Saitnihuta, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Korban meninggal dunia di RSUD Hadrianus Sinaga pada Selasa (2/6/2026).

Korban diketahui bernama Diana Hutahaean (24), seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami dan dua anaknya di kawasan bawah Jembatan Tano Ponggol, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan.

Salah seorang karyawan Lapo Tuak Oppu Ratus, Rafika, menjelaskan bahwa sebelum meninggal dunia, Diana telah mengalami gangguan kesehatan selama dua hari dan tidak masuk kerja.

“Pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Diana datang ke tempat kerjanya setelah sebelumnya menghubungi rekan-rekannya untuk dijemput dari tempat kos karena ingin berobat,” ujar Rafika kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Melihat kondisi korban yang terus menurun, rekan-rekannya kemudian menghubungi seorang bidan berinisial Br Bukit yang bertugas di Puskesmas Buhit untuk memberikan penanganan medis awal.

“Setelah ditangani bidan, korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan langsung dilarikan ke RSUD Hadrianus Sinaga. Namun, bidan yang sempat memberikan penanganan tidak ikut mendampingi korban ke rumah sakit,” kata Rafika.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Diana dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga karena kondisinya semakin memburuk. Setelah menjalani perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB.

Rafika juga membantah informasi yang sempat beredar mengenai adanya tiga orang yang dirawat di rumah sakit akibat dugaan keracunan minuman.

Menurutnya, tidak ada pekerja lain yang mengalami kondisi serupa dan seluruh karyawan dalam keadaan sehat. Bahkan, sejumlah pekerja telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Informasi soal tiga orang dirawat karena keracunan minuman tidak benar. Korban juga hanya mengonsumsi air mineral,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Diana kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna menjalani autopsi.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Benar, saat ini jenazah sedang diautopsi di RS Bhayangkara Medan,” katanya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak guna mengungkap penyebab pasti kematian Diana Hutahaean.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN