Monday, October 12, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Pemancing Hilang di Pantai Kalangan Indah Tapteng, Pencarian Terkendala Cuaca Buruk

Mistar.idSenin, 12 Oktober 2026 pukul 17.41 WIB
pemancing_hilang_di_pantai_kalangan_indah_tapteng_pencarian_terkendala_cuaca_buruk

Tim gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pemancing yang dilaporkan hilang di Pantai Kalangan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. (Foto: Feliks/MISTAR)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID – Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang pemancing yang dilaporkan hilang setelah tersapu ombak di Pantai Kalangan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Minggu (11/10/2026).

Korban diketahui bernama Darman Tambunan (40), warga Lingkungan IV, Kelurahan Pasar Tukka, Kecamatan Tukka, Tapteng. Ia dilaporkan tersapu ombak besar yang tiba-tiba datang saat sedang memancing bersama temannya.

Memasuki hari kedua pencarian, Senin (12/10/2026), tim gabungan menghadapi kendala akibat cuaca buruk dan hujan deras. Kondisi tersebut menyebabkan air laut menjadi keruh sehingga menyulitkan petugas melakukan pencarian, terutama melalui metode snorkeling.

Koordinator Lapangan Pos SAR Sibolga, Bayu, mengatakan timnya terus melanjutkan pencarian dengan menyisir kawasan pantai dan muara, sebagai tindak lanjut dari operasi pencarian yang telah dilakukan pada Minggu (11/10/2026).

“Hari ini adalah hari kedua, kami melakukan penyisiran dari titik LKP (Last Known Position) atau posisi terakhir yang diketahui dari objek pencarian sampai menuju Muara Kalangan Indah,” ujar Bayu, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, pencarian hari kedua melibatkan delapan personel Basarnas dari Pos SAR Sibolga di bawah Basarnas Nias. Operasi tersebut juga dibantu personel Polair Polda Sumut, Polres Tapanuli Tengah, BPBD Tapanuli Tengah, serta masyarakat setempat.

Bayu mengatakan hujan deras yang mengguyur lokasi menyebabkan air menjadi keruh dan jarak pandang di bawah air berkurang. Kondisi tersebut menyulitkan petugas saat melakukan pencarian menggunakan metode snorkeling.

“Untuk proses pencarian sejak kemarin hingga saat ini, kendala kami adalah cuaca berupa hujan deras di lokasi. Kondisi itu membuat air keruh dan jarak pandang saat melakukan snorkeling menjadi terbatas,” katanya.

Ia menambahkan, tim penyelam tidak diturunkan pada hari kedua karena kondisi air yang keruh. Sebagai gantinya, tim gabungan melakukan pencarian menggunakan metode snorkeling dan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Hingga Senin, keberadaan Darman belum diketahui. Tim gabungan masih terus berupaya menemukan korban dengan menyisir sejumlah area yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaannya.

“Artinya, sampai sekarang belum ada tanda-tanda posisi korban. Untuk saat ini, tanda-tanda masih nihil dan kami terus berupaya melakukan pencarian,” pungkas Bayu.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN