OJK Sumut Catat Ratusan Pengaduan Pinjol dan Investasi Ilegal Sepanjang 2025

Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien memaparkan data pinjol dan investasi ilegal di acara Main Story: Medan Sharia Investor City yang dilaksanakan di Hotel JW Marriot Medan. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan data pengaduan pinjaman online (pinjol) dan investasi ilegal di Sumut sepanjang tahun 2025. Ratusan aduan tercatat hingga Oktober tahun ini.
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, mengatakan data tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat dalam beraktivitas di sektor investasi. Hal itu disampaikannya dalam acara Main Story: Medan Sharia Investor City yang digelar di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (21/11/2025).
“Kami sampaikan agar menjadi awareness ke depan. Ada grafik mengenai pengaduan pinjol dan investasi bodong. Secara nasional, dari Januari hingga 15 Oktober 2025 terdapat 15.110 pengaduan pinjol. Sementara di Sumut ada 573 pengaduan,” ujarnya.
Selain pinjol, OJK juga menerima pengaduan investasi ilegal. Tercatat lebih dari seratus laporan masuk sepanjang tahun ini.
“Pengaduan investasi ilegal pada periode yang sama secara nasional ada 3.786 pengaduan, sementara di Sumut ada 176 pengaduan sepanjang tahun ini,” kata Khoirul.
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan legalitas sebuah produk atau jasa investasi sebelum menanamkan dana.
“Ini kami sampaikan agar menjadi perhatian bersama, khususnya jika ingin berinvestasi. Kalau ada yang menawarkan, perhatikan 2L yaitu Legal dan Logis. Cek legal atau tidak, cek logis atau tidak,” tegasnya.
Gubernur Dorong ASN Pemprov Sumut Jadi Investor Pasar Modal
Gubernur Sumut Bobby Nasution mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut untuk terlibat sebagai investor pasar modal. Ia meminta OJK dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan literasi yang tepat agar ASN memahami investasi yang aman dan produktif.
“Saya minta dalam kesempatan ini, kalau boleh para ASN kami diajari atau diberi literasi tentang pasar modal. Sehingga bisa membuka peluang bagi ASN untuk terlibat atau menjadi bagian dari investor pasar modal di Sumut,” katanya dalam acara tersebut.
Menurut Bobby, pemahaman tentang pasar modal dapat membantu ASN meningkatkan kondisi ekonomi sekaligus mencegah tindakan negatif seperti judi online dan korupsi.
“Yang main pasar modal ini tadi saya lihat ada yang dari ojol, pedagang, dan ASN. Daripada main judol, lebih baik belajar pasar modal,” ujarnya.
PREVIOUS ARTICLE
Miliki 10 Butir Ekstasi, Pemuda ini Ditangkap Polres Langkat























