Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Motor Hilang di Wilkum Polsek Sunggal, Korban Pikir-pikir untuk Melapor

Mistar.idKamis, 5 Maret 2026 09.58
journalist-avatar-top
AS
motor_hilang_di_wilkum_polsek_sunggal_korban_pikirpikir_untuk_melapor_

Dua terduga pelaku saat menjalankan aksinya. (foto: tangkapan layar/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah hukum (wilkum) Polsek Sunggal. Seorang teknisi CCTV bernama Teddy, 30 tahun, warga Desa Saentis, Dusun XI Pendowo, menjadi korban saat sedang memperbaiki kamera pengawas di Jalan Bunga Sedap Malam XI, Padang Bulan, Selasa (24/2/2026).

Sepeda motor miliknya Yamaha Nmax BK 4515 AJR, raib digondol dua pria saat diparkir di dalam pagar rumah kliennya. Saat itu, sepeda motor tersebut berada di dalam pagar dan ia sedang bekerja di dalam rumah tersebut.

“Saya sampai lokasi sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung mulai pengerjaan. Saat masuk waktu Magrib, saya izin sebentar untuk buka puasa di warung dekat lokasi,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Sekitar pukul 19.20 WIB, Teddy kembali ke rumah tersebut dan melanjutkan pekerjaan di dalam. Saat itu, pintu ruang tamu dalam kondisi terbuka lebar dan pagar rumah juga tidak digembok.

Ia mengaku hanya mengunci stang, serta menutup lubang kunci otomatis sepeda motornya karena merasa situasi relatif aman. “Saya pikir aman karena pintu rumah terbuka dan saya masih di dalam. Sepeda motor juga saya parkir di dalam pagar,” katanya.

Tanpa disadari, dua pelaku diduga sudah mengintai. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku sempat dua kali masuk ke dalam pagar rumah. Kesempatan pertama, pelaku diduga mengecek situasi dan mengambil helm milik Teddy.

Pelaku kemudian kembali sekitar pukul 20.28 WIB dan diduga mulai beraksi. Teddy mengaku sempat mendengar suara seperti ketukan palu saat sedang bekerja, namun ia tidak menaruh curiga.

“Saya dengar ada suara seperti ketukan, tapi saya kira suara dari luar biasa saja. Sekitar pukul 20.40 WIB, saat saya keluar, sepeda motor sudah tidak ada dan pagar terbuka,” ucapnya.

Dari hasil penelusuran rekaman CCTV milik BMKG yang berada tak jauh dari lokasi, sepeda motor tersebut terlihat didorong pelaku ke arah Jalan Ngumban Surbakti. Teddy mengaku terpukul atas kejadian itu, mengingat kendaraan tersebut merupakan alat transportasi utama untuk bekerja sebagai teknisi CCTV.

"Sepeda motor itu sangat penting untuk saya kerja. Surat-suratnya juga lengkap karena saya beli kontan," katanya.

Hingga kini Teddy mengaku belum membuat laporan polisi. Menurutnya, banyaknya berita miring terkait kinerja Polsek Sunggal belakangan ini membuatnya masih ragu untuk melaporkannya.

"Banyak berita negatif di Polsek Sunggal. Makanya saya masih menahan untuk melapor. Tapi lihat satu dua hari ini, apakah saya akan melapor atau tidak," ujarnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN