Mobil Pick-up Nyaris Terjun ke Sungai Lae Renun Dairi, Satu Orang Jatuh

Mobil pick-up yang nyaris terjun ke Sungai Lae Renun Dairi. (Foto: Dok. Warga Ertho/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Mobil pick-up pengangkut durian nyaris terjun ke sungai Sungai Lae Renun setelah menabrak dinding jembatan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Desa Palding Jaya Sumbul, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sabtu (31/1/2026).
Benturan keras menyebabkan seorang pria bernama Derman terpental dari bak belakang kendaraan dan jatuh ke Sungai Lae Renun.
Seorang warga setempat berinisial KS mengatakan bahwa Derman ditemukan dalam kondisi selamat setelah menyelamatkan diri sendiri ke tepi sungai.
“Beruntung tubuh Derman tidak terbentur batu saat jatuh ke sungai. Itu benar-benar mukjizat Tuhan. Kabarnya, ia hanya mengalami sakit di bagian punggung dan pinggang,” ujar KS.
KS menambahkan, kondisi medan sungai memang berbahaya karena masih terdapat sisa-sisa jembatan lama, tebing curam, dan batu besar di kiri serta kanan aliran sungai.
“Beruntung korban berhasil lolos dari maut,” ujarnya.
Derman tidak sendiri di dalam mobil. Ia bersama dua orang lainnya, yakni sopir dan istrinya. Mereka membawa durian dari Desa Bakal Sipoltong menuju Tigalingga.
“Derman berada di bak belakang, sementara sopir berinisial TR dan seorang perempuan yang disebut sebagai agen durian berada di bagian depan,” katanya lagi.
Penyebab kecelakaan diduga karena kendaraan mengalami rem blong. “Kata sopirnya rem mobil blong,” tuturnya.
Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Dairi, Ertho Tobing, mengatakan melihat kejadian tersebut.
Menurut Ertho, ia melihat mobil bernomor polisi BK 0268 ZE hampir jatuh ke sungai. Saat itu, ia bersama rekan-rekannya sedang dalam perjalanan menghadiri pesta di Kecamatan Tanah Pinem.
“Di tengah perjalanan, kami melihat kejadian tersebut dan langsung membantu korban bersama warga sekitar,” kata Ertho.
Dilanjutkannya, “semua selamat. Pemuda Batak Bersatu Dairi bersama masyarakat sekitar ikut membantu mengevakuasi korban. Mudah-mudahan semuanya tetap sehat.” (hm20)














