Sunday, June 21, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Makam Dibongkar di Simalungun, Jasad Dipindahkan Misterius Ditemukan 15 Meter dari Kubur

Mistar.idMinggu, 3 Mei 2026 pukul 15.18 WIB
journalist-avatar-top
HH
makam_dibongkar_di_simalungun_jasad_dipindahkan_misterius_ditemukan_15_meter_dari_kubur

Keluarga, warga setempat dan aparat kepolisian memakamkan kembali jadad yang sebelumnya dibongkar oleh orang tidak dikenal. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Warga yang bermukim di Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, pada Minggu pagi, 3 Mei 2026, dihebohkan dengan peristiwa tak lazim yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Jalan Mawar, Huta II. Sebuah makam ditemukan dalam kondisi terbongkar, sementara jasad di dalamnya telah dipindahkan oleh pihak yang belum diketahui.

Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 10.15 WIB. Bambang (57), penjaga makam setempat, dikejutkan oleh kondisi salah satu makam yang telah digali dan jasad yang sebelumnya dikuburkan sudah tidak berada di tempatnya.

Temuan itu segera dilaporkan kepada Pangulu (kepala desa) Pamatang Simalungun, yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pihak kepolisian. Tak berselang lama, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Siahaan langsung menuju lokasi begitu menerima laporan.

Setibanya di TPU, polisi menemukan fakta bahwa jasad yang telah membusuk ditemukan tergeletak sekitar 15 meter dari lokasi makam semula. Area sekitar langsung diamankan untuk mencegah kerumunan warga sekaligus menjaga proses penyelidikan tetap kondusif.

"Dari hasil identifikasi dan keterangan warga, diketahui bahwa jasad tersebut adalah Muhammad Yatim (84), seorang warga Jalan Cempaka, Nagori Rambung Merah. Jasad sebelumnya dimakamkan secara resmi pada 24 Maret 2026 di lokasi yang sama," ujar Hengky, Minggu (3/5/2026).

Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan langkah-langkah awal penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan motif di balik tindakan pembongkaran makam tersebut. Meski demikian, hingga saat ini pelaku belum diketahui.

Di tengah situasi yang berpotensi memicu keresahan, aparat kepolisian berupaya menjaga stabilitas sosial. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Polisi memastikan bahwa situasi telah terkendali dan proses penyelidikan terus berjalan.

Koordinasi intensif dilakukan antara pihak kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan keluarga almarhum. Dalam pertemuan tersebut, keluarga Muhammad Yatim menyatakan menerima kejadian ini dengan ikhlas dan memilih untuk tidak menempuh jalur hukum. Fokus utama mereka adalah pemakaman kembali jasad almarhum secara layak.

Menanggapi permintaan tersebut, aparat kepolisian bersama warga langsung bergotong royong melakukan proses pemakaman ulang. Prosesi berlangsung mengikuti tata cara Islam oleh pihak keluarga dan diikuti masyarakat setempat. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN