Wednesday, June 17, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Mahasiswa Unimed Demo DPRD Sumut, Suarakan 10 Tuntutan untuk Pemerintah

Mistar.idRabu, 17 Juni 2026 16.01
journalist-avatar-top
MA
mahasiswa_unimed_demo_dprd_sumut_suarakan_10_tuntutan_untuk_pemerintah

Suasana aksi unjuk rasa Senat Mahasiswa Unimed di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026). (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) yang tergabung dalam Senat Mahasiswa (SEMA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (17/6/2026).

Aksi yang mengusung tema “Sumut Berisap Revolusi” itu menyuarakan 10 tuntutan kepada pemerintah dan para wakil rakyat, yakni:

  1. Mengembalikan prioritas anggaran untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat.
  2. Menghentikan program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) yang dinilai membebani keuangan negara serta berpotensi menjadi celah korupsi.
  3. Menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok.
  4. Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.
  5. Menstabilkan nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
  6. Mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya sektor kelistrikan dan air bersih.
  7. Merealisasikan penciptaan 19 juta lapangan kerja yang berkualitas dan berkeadilan.
  8. Mengevaluasi serta membenahi tata kelola kabinet demi mewujudkan pemerintahan yang efektif dan responsif.
  9. Memperkuat stabilitas moneter guna menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
  10. Memprioritaskan penyediaan sekolah gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA negeri.

Aksi dipimpin langsung Ketua Senat Mahasiswa Unimed, Muhammad Ade Ikhsani. Dalam orasinya, ia menegaskan kehadiran mahasiswa merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus refleksi atas berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.

“Ketika anggaran pendidikan dipangkas, ketika kesejahteraan rakyat dikesampingkan, dan ketika kebijakan semakin jauh dari kepentingan masyarakat, maka mahasiswa memiliki kewajiban moral untuk bersuara. Selamatkan pendidikan, tolak kebodohan!” tegasnya.

Berdasarkan pantauan Mistar di lokasi, massa aksi tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Setibanya di depan Gedung DPRD Sumut, para mahasiswa mengawali kegiatan dengan menggelar hening cipta yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah mahasiswa.

Peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi serta membentangkan berbagai spanduk berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada perwakilan DPRD Sumut yang menemui massa aksi.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Massa menegaskan akan terus mengawal berbagai isu yang mereka suarakan hingga mendapat perhatian dan tindak lanjut dari DPRD Sumut.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN