Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Longsor dan Banjir di Banjarnegara, 165 Jiwa Mengungsi

Mistar.idKamis, 15 Januari 2026 14.02
AN
longsor_dan_banjir_di_banjarnegara_165_jiwa_mengungsi

Petugas BPBD Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026), mengecek talut jalan yang longsor di Dusun Melikan RT 03 RW 01 dan RT 03 RW 02, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak Rabu (14/1/2026) sore. (Foto: Antara/HO-BPBD Banjarnegara)

news_banner

Banjarnegara, MISTAR.ID

Hujan berintensitas tinggi dan cuaca ekstrem memicu tanah longsor dan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi dan sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib Syekhudin, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Melikan, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.00 WIB.

“Hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama menyebabkan talut jalan dan tebing di sekitar permukiman runtuh, sehingga material longsor menimpa rumah warga,” kata Raib, Kamis (15/1/2026), dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan, peristiwa tersebut mengakibatkan 48 kepala keluarga atau 165 jiwa mengungsi ke rumah kerabat terdekat guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Pada awal kejadian, warga mengungsi secara mandiri atas arahan pemerintah desa dan kecamatan karena khawatir adanya rekahan di sekitar lokasi.

Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, BPBD memastikan longsor berasal dari talut jalan yang sudah miring dan roboh akibat tekanan air hujan, bukan dari tebing alami.

“Untuk warga lainnya masih menunggu hasil kajian, apakah sudah aman untuk kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.

BPBD mencatat, longsor tersebut menyebabkan tiga rumah mengalami rusak berat, masing-masing milik Miarjo, Tanto, dan Prayit. Sementara dua rumah lainnya milik Hairudin dan Toharjo mengalami rusak ringan. Material longsor juga menimbun satu sepeda motor, merusak jalan usaha tani, serta menyebabkan seorang anak berusia 10 tahun bernama Vida mengalami luka ringan dan trauma.

“Korban sudah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya aman,” katanya.

Selain longsor, hujan deras juga mengakibatkan Sungai Sak-Sak di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian air sekitar 50 hingga 100 sentimeter. Banjir tersebut berdampak pada sembilan rumah warga.

Sebagian warga sempat mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya bertahan di lantai dua rumah. Hingga Kamis (15/1/2026) dini hari, air dilaporkan telah surut dan warga kembali ke rumah masing-masing pada pagi harinya.

BPBD Banjarnegara mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami berharap warga segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau kenaikan debit air sungai secara cepat,” kata Raib. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN