Banjir dan Angin Kencang Terjang Empat Kabupaten di NTB

Foto ilustrasi banjir. (Foto: Antara Foto/Abriawan Abhe)
Mataram, MISTAR.ID
Bencana banjir dan angin kencang melanda sejumlah desa di empat kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Lombok Tengah, Lombok Barat, Dompu, dan Bima, akibat hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (13/1/2026).
Di Kabupaten Lombok Tengah, banjir merendam tiga desa, yakni Desa Selong Belanak di Kecamatan Praya Barat serta Desa Kabul dan Desa Montong Ajang di Kecamatan Praya Barat Daya. Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf mengatakan banjir terjadi sejak menjelang malam akibat hujan berintensitas tinggi.
“Air sempat masuk ke rumah warga, namun tidak ada korban jiwa dan tidak ada warga yang mengungsi,” kata Ridwan, Rabu (14/1/2026).
BPBD mencatat sebanyak 250 kepala keluarga (KK) terdampak di Desa Kabul dan 50 KK di Desa Montong Ajang. Sementara itu, banjir di Desa Selong Belanak telah surut dan data dampak masih dalam pendataan.
Di Kabupaten Lombok Barat, banjir menggenangi Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas di Kecamatan Sekotong. Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan banjir terjadi pukul 15.00 hingga 19.00 WITA akibat hujan lebat dan meluapnya sungai.
Sebanyak 570 KK atau 1.711 jiwa terdampak di Desa Persiapan Pengantap. Sementara di Desa Persiapan Blongas, satu warga bernama Nurinah, 69 tahun, dilaporkan meninggal dunia.
“Kebutuhan mendesak saat ini antara lain terpal, matras, makanan siap saji, dan perlengkapan bayi. Kondisi air di sebagian titik sudah mulai surut,” ujar Sadimin.
Selain banjir, angin kencang juga melanda Kabupaten Dompu. Di Desa Lasi, Kecamatan Kilo, angin kencang merusak satu unit rumah, satu lapak, menyebabkan dua ekor kambing mati, serta merusak satu unit sepeda motor.
Sementara di Kabupaten Bima, angin kencang melanda delapan desa di Kecamatan Wera, Tambora, dan Palibelo. Dampak terparah terjadi di Desa Tawali, Kecamatan Wera, dengan enam unit rumah rusak serta enam KK terdampak. Kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta hingga Rp20 juta di beberapa desa.
“Tim BPBD bersama TNI, Polri, aparat desa, dan masyarakat saat ini masih melakukan penanganan di lokasi,” kata Sadimin.
Menyikapi bencana tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memerintahkan BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Baznas NTB untuk bergerak cepat menangani dampak bencana di Lombok Barat dan Lombok Tengah.
Kepala Dinas Kominfotik NTB Ahsanul Khalik mengatakan gubernur menekankan penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur dengan prioritas keselamatan warga.
“Langkah awal berupa koordinasi lintas instansi, asesmen lapangan, serta penyebaran informasi kebencanaan telah dilakukan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi selama puncak musim hujan. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Wapres Gibran Tinjau Pasar Potikelek dan SMA Negeri 1 Wamena





















