Korban Kecelakaan Helikopter di Sekadau, Jenazah Sugito Karuna Dijadwalkan Tiba di Medan Sore ini

Jenazah korban jatuhnya helikopter di Sekadau, Kalimantan Barat dievakuasi petugas gabungan. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Proses pemulangan jenazah korban kecelakaan helikopter di Sekadau, Kalimantan Barat, dijadwalkan pada Sabtu (18/4/2026). Salah satu korban, Sugito Karuna, dijadwalkan tiba di Kota Medan pada sore hari melalui jalur udara.
Berdasarkan data manifes yang diperoleh Mistar, jenazah Sugito diberangkatkan dari Pontianak menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG419 dan QG886. Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Kualanamu pukul 18.30 WIB setelah transit.
Jenazah rencananya langsung dibawa ke Medan Murni Foundation Funeral Hall atau Balai Persemayaman Angsapura setibanya di Medan. Dalam proses pemulangan ini, perusahaan mengutus dua perwakilan, yakni Westley dan Frendy, untuk mendampingi jenazah dari Kalimantan Barat hingga tiba di rumah duka di Medan.
Sugito merupakan Estate Manager di KPN Corp (KPN Plantations) dan menjadi satu dari delapan korban jiwa dalam insiden jatuhnya helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX.
Helikopter tersebut jatuh saat jajaran manajemen perusahaan melakukan peninjauan operasional di wilayah perkebunan Kabupaten Melawi dan Sekadau pada 16 April 2026.
Seluruh korban telah dievakuasi tim SAR gabungan dari medan terjal di Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Selain ke Medan, jenazah korban lainnya juga dipulangkan ke sejumlah daerah, seperti Surabaya, Jakarta, Jambi, Jogja dan Sintang, serta satu korban ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Diketahui, dalam kecelakaan helikopter ini, seluruh penumpang dan kru dinyatakan meninggal dunia, yakni Capt. Marindra Wibowo selaku pilot, Harun Arasyid sebagai kopilot/engineer, serta enam penumpang lainnya yaitu Patrick Kee Chuan Peng, warga negara Malaysia yang juga CEO KPN Corp, Victor Tan Keng Liam, Charles Dominson Lakidang warga Kalimantan Barat, Fauzi Orbanta yang teridentifikasi sebagai warga asal Kota Jambi, Joko Catur Prasetyo, dan Sugito Karuna.
Hingga saat ini, pihak berwenang melalui KNKT masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter milik PT Matthew Air Nusantara tersebut.
PREVIOUS ARTICLE
Kasus Polisi Tewas di Asrama, Empat Anggota Polri Dipecat




















