Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kasus Mahasiswa UMA Tewas Belum Terungkap, Warga: Handphone Hilang

Mistar.idSabtu, 15 November 2025 16.43
EH
MG
kasus_mahasiswa_uma_tewas_belum_terungkap_warga_handphone_hilang_

Rumah Bonio Raja Gajah, 18 tahun, ditemukan tewas di Gang Rambe Pasar 12 Desa Marindal, Kecamatan Patumbak, Jumat (14/11/2025). (Foto: Matius/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Seorang mahasiswa Universitas Medan Area (UMA), Bonio Raja Gajah, 18 tahun, ditemukan tewas di Gang Rambe Pasar 12 Desa Marindal, Kecamatan Patumbak, Jumat (14/11/2025).

Saat ditanya kepada warga, sekaligus orang yang ngekos di rumah tersebut, Rahmadani, mengatakan saat kejadian handphone dan sepeda motor korban hilang.

“Sebelum kejadian, korban tidak ada sakit. Tapi, handphone dan sepeda motor yang biasa dia (korban) pakai hilang. Kata kakaknya, ada juga bercak darah di lantai rumah,” ujar Rahmadani saat ditemui Mistar.

Korban merupakan anak dari Kepala Desa (Kades) yang ada di Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Meski orang tuanya jauh, rumah yang ditempatinya tersebut merupakan rumah orang tua korban, sekaligus dijadikan kos-kosan.

Rahmadani menambahkan, Bonio sudah lama tinggal di rumah tersebut. Rumah bercat merah muda itu dihuni Bonio bersama kakaknya, Difa.

“Dia sudah lama tinggal di sini. Mereka rumah sendiri dan ini rumah keluarganya sendiri. Sekalian dia juga mengelola kos-kosan yang ada di belakang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun IV Marindal II Supranoto mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB.

Supranoto mengetahui kejadian tersebut karena dipanggil warga. Namun, ia tidak melihat lokasi kejadian secara langsung karena tidak bisa melihat darah.

“Setelah dicek memang benar ada mayat. Saat saya datang, belum bisa dibuka pintunya. Tidak boleh masuk kalau belum ada izinnya. Jadi, duduk saja kami di sebelah rumah menunggu polisi datang,” ujar Supranoto.

Kemudian, sekitar pukul 23.00 WIB jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

“Kalau di dalam lokasi kejadian, saya tidak tahu. Takut juga saya melihat darah. Saya nggak bisa. Mulanya nggak ada bau. Ketika pintu dibuka oleh polisi dan mayat diangkat baru lah tercium baunya,” ujarnya lagi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto saat dihubungi Mistar terkait peristiwa tersebut belum memberikan jawaban. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN