Kasat Lantas Polrestabes Medan Tanggapi Anggota yang Cekcok dengan Pengemudi saat Demo

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP SL Widodo saat memberi keterangan di depan kantor Gubsu. (foto: putra/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP SL Widodo, menanggapi video viral yang memperlihatkan salah seorang anggotanya terlibat cekcok dengan pengemudi mobil, Rabu (24/6/2026). Bahkan, keributan itu hingga terjadi saling dorong.
Kepada Mistar, Widodo mengatakan anggotanya Aiptu HS telah diperiksa oleh Paminal untuk melakukan klarifikasi. "Informasi yang kami terima, anggota kami sudah diperiksa Paminal untuk dilakukan klarifikasi," ujarnya ditemui di depan kantor Gubernur Sumut, Rabu (24/6/2026).
Dijelaskannya, insiden itu berlangsung saat anggotanya tengah melakukan pengaturan lalu lintas di objek demo. Pihaknya melakukan pengalihan sejumlah ruas jalan agar menghindari kemacetan di sekitar objek demo, termasuk pengalihan arus menuju Wisma Benteng dan depan Kodim.
"Kami saat itu sedang melaksanakan pelayanan pengamanan unjuk rasa. Karena titik unjuk rasa berada di Jalan Imam Bonjol tepatnya di depan DPRD dan kantor wali kota, kami harus melakukan pengalihan arus," katanya.
Diduga, kepadatan kendaraan itu memicu kegerahan, baik bagi pengendara maupun personel. Meski begitu, pihaknya harus tetap melakukan pengalihan demi kelancaran aksi dan lalu lintas.
"Mungkin pada saat kejadian anggota juga sudah merasa gerah karena kepadatan kendaraan cukup panjang. Pengendara juga mungkin merasakan hal yang sama. Tapi ini harus tetap dilakukan demi kelamcaran," ucapnya.
Widodo meminta masyarakat untuk bersabar. Pihaknya telah memasang sejumlah rambu pengalihan arus di sejumlah titik. Hal itu bertujuan untuk memudahkan pengemudi mencari jalur alternatif.
"Kami menyadari pengalihan arus pasti berdampak pada kepadatan kendaraan. Namun ini bukan keinginan kami, melainkan demi keamanan dan kelancaran seluruh pihak, baik peserta aksi maupun pengguna jalan lainnya," tuturnya.
Disinggung saat cekcok terjadi massa aksi belum tiba, mantan Kabag Ops Polres Simalungun itu menjelaskan jika pengamanan dan pengalihan arus lalin dilakukan beberapa tahap. Bahkan, tahapan itu sebelumnya telah dilakukan simulasi saat sispamkota beberapa waktu lalu.
"Pengamanan arus lalu lintas dalam setiap aksi unjuk rasa telah melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Hal ini juga sudah kita lakukan saat Sispamkota kemarin dan sesuai arahan bapak Kapolrestabes Medan," ucapnya.





















