Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Jalur Sibolga-Tarutung Kembali Normal Usai Longsor di Delapan Titik

Mistar.idSelasa, 17 Februari 2026 11.29
AN
FM
jalur_sibolgatarutung_kembali_normal_usai_longsor_di_delapan_titik

Jalur Sibolga-Tarutung Kembali Normal Usai Longsor di Delapan Titik

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Akses jalan lintas Sibolga-Tarutung yang sebelumnya sempat terputus akibat longsor di delapan titik kini telah kembali bisa dilalui kendaraan. Jalur strategis tersebut sempat lumpuh setelah hujan deras melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Senin (16/2/2026).

Kapolres Tapteng, AKBP Muhammad Alan Haikel, mengatakan seluruh material longsor berupa tanah, batu, dan kayu yang menutup badan jalan di wilayah Kecamatan Sitahuis berhasil disingkirkan setelah dilakukan pembersihan intensif hingga larut malam.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hingga malam hari menjadi pemicu utama terjadinya longsor di sejumlah titik jalur Sibolga-Tarutung. Kondisi tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas terhenti total.

Adapun delapan lokasi longsor yang ditangani meliputi:

1. Jalan Rampa Poriaha KM 7 (Sigarupu), material kayu dan batu menutup jalan, menyebabkan kemacetan total.

2. Jalan Sibolga-Tarutung KM 23, longsor menutup badan jalan sehingga tidak boleh dilewati akses kendaraan.

3. Jalan Sibolga-Tarutung KM 23,5, material longsor menyumbat aliran sungai hingga memicu banjir.

4. Jalan Sibolga-Tarutung KM 23,7, akses lumpuh total karena material longsoran.

5. Jalan Sibolga-Tarutung KM 24, badan jalan tertimbun.

6. Jalan Sibolga-Tarutung KM 24,5, jalur tidak dapat dilalui kendaraan.

7. Jalan Sibolga-Tarutung KM 25, akses terputus total karena material longsoran.

8. Jalan Sibolga-Tarutung KM 26, lumpuh total karena material longsoran menimpa badan jalan.

Proses penanganan dilakukan melalui koordinasi antara kepolisian, Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, serta pihak Kecamatan Sitahuis dengan mengerahkan alat berat guna mempercepat pembukaan akses.

Sekitar pukul 23.30 WIB, seluruh titik longsor dinyatakan telah bersih sehingga arus lalu lintas kembali normal dan kendaraan dapat melintas dengan aman.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap menyiagakan personel di lokasi dan mengimbau masyarakat agar berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu longsor susulan.

Selain berdampak pada transportasi, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada permukiman warga. Tercatat tujuh rumah terdampak, terdiri dari lima rumah di Kelurahan Nauli yang terendam banjir dan dua rumah di Desa Nagatimbul yang mengalami kerusakan akibat longsor.

Sementara itu, pengusaha transportasi Salomo Travel, Salomo Sianturi, memastikan jalur tersebut sudah dapat digunakan kembali untuk perjalanan menuju berbagai kota seperti Tarutung, Balige, Pematangsiantar, hingga Medan dan Binjai. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN