Insiden Tewasnya Warga di Km 47+500, KAI Tegaskan Rel Bukan Ruang Publik

Seorang wanita tewas di Kota Pematangsiantar usai tertabrak kereta api yang angkut BBM. (Foto : Istimewa/ mistar.id).
Pematangsiantar, MISTAR.ID
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api.
Peringatan ini disampaikan menyusul insiden yang melibatkan seorang wanita bernama, Masyati (44 tahun) warga Jalan Tongkol, Kelurahan Melayu, tewas tertabrak kereta api mengangkutan BBM relasi Siantar Labuhan, Minggu (22/3/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.55 WIB di Km 47+500, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Siantar dan Stasiun Dolok Merangir. Saat kereta melintas, terjadi insiden dengan seseorang yang berada di jalur rel.
Pelaksana Tugas (Plt) Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa kejadian tersebut langsung ditangani sesuai prosedur keselamatan.
"Saat kejadian, kereta melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk memastikan kondisi lokomotif dan rangkaian tetap aman," ujar Anwar dikonfirmasi, Minggu (22/3/2026).
Kereta api kemudian dihentikan sementara selama beberapa menit untuk pemeriksaan. Setelah dipastikan aman, perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 16.58 WIB.
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, orang yang terlibat dalam insiden tersebut terpental ke sisi luar jalur rel. Petugas juga segera memberikan peringatan kepada perjalanan kereta berikutnya agar tingkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi.
Insiden ini berdampak pada keterlambatan perjalanan selama kurang lebih tiga menit. Meski demikian, operasional kereta api secara keseluruhan tetap berjalan dengan aman dan terkendali.
KAI kembali menegaskan bahwa jalur rel merupakan area terbatas dengan risiko tinggi yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat umum. Hal ini juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama," tegas Anwar.
Pasca insiden ini, KAI mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dengan menjauhi rel kereta api serta memilih ruang aktivitas yang aman.
"Kepedulian terhadap keselamatan di sekitar rel merupakan langkah penting agar perjalanan kereta tetap lancar dan masyarakat pun dapat beraktivitas dengan aman," pungkasnya.


















