Monday, July 20, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Geng Motor Brutal di Medan, Tiga Pemotor Dianiaya dan Dibegal di Jalan Mistar

Mistar.idRabu, 18 Maret 2026 pukul 16.49 WIB
geng_motor_brutal_di_medan_tiga_pemotor_dianiaya_dan_dibegal_di_jalan_mistar

Tangkapan layar aksi para pelaku membegal korban. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Aksi geng motor kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini, tiga pengendara sepeda motor menjadi korban penganiayaan brutal sebelum akhirnya dibegal di kawasan Jalan Mistar.

Peristiwa yang viral di media sosial tersebut terjadi pada Selasa (17/3/2026) malam di Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah. Saat kejadian, ketiga korban diketahui berboncengan menggunakan sepeda motor Vario.

Menurut keterangan kepala lingkungan (kepling) setempat, korban sempat diikuti sekelompok pengendara motor yang diduga merupakan geng motor. Tak lama kemudian, para pelaku mendekat dan langsung melakukan penyerangan secara brutal.

“Kira-kira ada 12 orang naik sepeda motor. Mereka membawa senjata tajam, stik golf, dan pemukul bisbol. Korban dikejar hingga jatuh ke pinggir jalan, lalu dipukuli dan motornya dibawa kabur,” ucap Afifah Nurhidayati saat ditemui, Rabu (18/3/2026).

Akibat kejadian tersebut, ketiga korban mengalami luka-luka. Pengendara sepeda motor mengalami luka lecet di siku dan kaki kanan, serta memar di pelipis dan kepala. Sementara rekannya mengalami luka di bagian kaki dan kepala akibat hantaman benda tumpul.

“Jumlah mereka banyak, tidak terhitung,” tambahnya.

Afifah menyebutkan bahwa baik korban maupun para pelaku bukan merupakan warga setempat, namun aksi kekerasan tersebut terjadi di wilayah lingkungannya.

Usai kejadian, para korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Mereka langsung dibawa ke rumah sakit, jadi saya tidak sempat menanyakan identitas ataupun alamat mereka,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Baru, Bambang Gunanti Hutabarat, membenarkan adanya peristiwa penyerangan yang berujung pembegalan tersebut.

“Peristiwa itu benar terjadi. Namun hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke polisi. Kami sudah mengecek tempat kejadian perkara dan masih menunggu laporan dari korban,” jelasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN