Friday, October 16, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Dua Rumah Warga di Batu Bara Roboh Diterjang Angin Kencang

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 16.05 WIB
dua_rumah_warga_di_batu_bara_roboh_diterjang_angin_kencang

Rumah warga yang diterjang angin kencang di Desa Sei Mentaram, Kabupaten Batu Bara. (Foto: BPBD Batu Bara/MISTAR.ID)

Batu Bara, MISTAR.ID – Dua rumah warga di Kabupaten Batu Bara roboh setelah diterjang angin kencang disertai hujan deras pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

“Dua rumah warga roboh diterjang angin kencang disertai hujan deras subuh tadi,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara, Ilyas.

Ia mengatakan, saat ini Satgas BPBD masih melakukan pendataan dengan mendatangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Batu Bara.

Dua rumah yang roboh masing-masing berada di Desa Mandarsah, Kecamatan Medang Deras, dan Desa Sei Mentaram, Kecamatan Nibung Hangus.

Rumah di Desa Mandarsah yang berdinding papan dan tepas roboh, sementara atap sengnya masih utuh.

Sementara itu, rumah warga di Desa Sei Mentaram mengalami kerusakan setelah angin kencang menerbangkan bagian dinding dan atap seng. Peristiwa tersebut menyisakan sebagian dinding berbahan batu.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang merusak rumah warga di kedua desa tersebut. Besaran kerugian materiil juga belum diketahui.

“Begitu menerima informasi pagi tadi, tim BPBD melalui Satgas BPBD yang dipimpin Eka Rahman langsung terjun ke lokasi dan melakukan pembersihan sisa-sisa material yang berserakan,” ujar Ilyas.

BPBD juga telah menyalurkan bantuan berupa matras, sembako, dan perlengkapan lainnya untuk meringankan beban keluarga yang terdampak.

Selain itu, Ilyas mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim LH) dan pemerintah desa setempat.

Berdasarkan informasi dari Kepala Desa Mandarsah, Ilyas Sitorus, rumah yang roboh di desanya merupakan milik Warsini, 54 tahun, seorang janda yang sehari-hari mencari lidi dari pelepah sawit, serta anak tunggalnya, Leo, 21 tahun, yang memiliki disabilitas intelektual.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN