Dua Bulan Tanpa Kejelasan, Orang Tua Korban Keracunan MBG Geruduk DPRD Karo

Puluhan orang tua korban saat melakukan aksi di DPRD Karo. (Foto: Abay/Mistar)
Karo, MISTAR.ID - Dua bulan berlalu sejak kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (13/8/2026). Puluhan orang tua murid korban kembali turun ke jalan untuk menuntut kejelasan penanganan kasus tersebut, Kamis (8/10/2026).
Para orang tua murid menggelar aksi di depan gedung DPRD Karo. Mereka mendesak pihak terkait bertanggung jawab atas peristiwa yang menyebabkan ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan.
Massa juga meminta DPRD Karo segera menyurati dan memanggil Bupati Karo, Antonius Ginting, untuk membahas langkah penanganan para korban, termasuk penyediaan dana taktis.
Mereka menilai, jika kompensasi hanya menunggu mekanisme dari Badan Gizi Nasional (BGN), prosesnya dikhawatirkan membutuhkan waktu dan melalui regulasi yang panjang.
Mereka juga menagih janji DPRD Karo untuk ikut mengawal penyelesaian kasus keracunan MBG tersebut, termasuk penanganan terhadap korban.
Selain persoalan kompensasi dan penetapan kejadian luar biasa (KLB), para orang tua meminta DPRD Karo bersama-sama mendatangi Polres Karo untuk mempertanyakan perkembangan pengaduan yang telah mereka sampaikan.
Menurut mereka, hingga saat ini proses hukum kasus tersebut belum menunjukkan perkembangan seperti yang diharapkan. Mereka juga mempertanyakan belum adanya penetapan tersangka dalam perkara keracunan tersebut.
"Kami bukan mengejar materi. Tapi ini demi marwah Kabupaten Karo. Ini program pemerintah, tetapi justru menyengsarakan rakyat. Kami meminta peristiwa ini masuk KLB. Bukan masalah nilainya. Kami ingin peristiwa serupa tidak terjadi lagi di Karo," ujar salah seorang massa.
Massa juga mendesak Polres Karo segera mengusut tuntas dugaan penyebab keracunan dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab apabila bukti dan unsur pidananya telah terpenuhi.
"Tukang bakso saja yang menyebabkan orang keracunan langsung jadi tersangka. Ini program pemerintah yang menyebabkan ratusan siswa menderita, justru tidak ada tersangka," tegas massa.
Di hadapan para wakil rakyat, para orang tua korban meminta DPRD Karo tidak hanya menerima aspirasi, tetapi turut mengawal penyelesaian kasus tersebut hingga ada kejelasan mengenai penanganan korban maupun proses hukumnya.
"Tegakkan keadilan bagi kami. Bapak dan Ibu DPRD yang terhormat, tolonglah tegakkan keadilan bagi kami. Sampai hari ini anak-anak kami masih trauma, dan kesehatannya belum pulih," lirih orang tua korban.
Wakil Ketua DPRD Karo, Imanuel Sembiring, menerima aspirasi para korban. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris DPRD Karo turut menyampaikan hasil pertemuan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penanganan kasus tersebut. (hm25)


















































