Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Bawa 450 Pod Getar, Kurir Ini Sempat 'Balapan' 5 Km dengan Polisi hingga Rusak HP

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 11.32 WIB
bawa_450_pod_getar_kurir_ini_sempat_balapan_5_km_dengan_polisi_hingga_rusak_hp

Tersangka RS saat diinterogasi petugas dengan barang bukti ratusan pod getar. (foto: dok Satres Narkoba Polrestabes Medan)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Satres Narkoba Polrestabes Medan kembali menggagalkan peredaran vape etomidate atau pod getar di Kota Medan. Seorang pria warga Aceh, berinisial RS, ditangkap karena kedapatan membawa 450 pod getar.

Penangkapan terhadap pria berusia 31 tahun itu berlangsung dramatis. Saat hendak dihentikan petugas, mobil yang dikemudikannya sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan polisi sejauh sekitar 5 kilometer. Pria tersebut juga sempat merusak ponselnya sendiri, diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak komunikasi.

Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, penangkapan dilakukan pada Senin (21/9/2026) dinihari. Sebelumnya, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

"Dari hasil penyelidikan, kita mendapati satu unit mobil yang dicurigai di Jalan Ngumban Surbakti, Medan Selayang," kata Rafli, Kamis (7/10/2026).

"Pengungkapan kasus ini berlangsung dramatis, karena kita melakukan aksi kejar-kejaran sejauh 5 kilometer. Mobil tersebut akhirnya kita hentikan di Jalan Setiabudi," ucapnya.

Setelah mobil berhasil dihentikan, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan 450 pod getar di dalamnya.

Ratusan pod tersebut terdiri dari dua merek, yakni 320 pod merek King dan 130 pod merek Wukong.

"Pengakuannya baru kali ini melakukan aksinya," ungkap Rafli.

Tak hanya pod getar, petugas juga menemukan sejumlah mata Malaysia, Singapura, Cina hingga Mesir di dalam mobil.

"Ada sejumlah mata uang asing. Ini masih kita dalami lagi dari mana asal muasal uang tersebut," lanjutnya.

Rafli menduga RS merupakan bagian dari jaringan utama narkoba Malaysia-Indonesia. Dugaan itu berdasarkan data perjalanan RS yang disebut kerap bepergian ke Malaysia.

“Pelaku ini bolak-balik Indonesia-Malaysia. Intensitasnya cukup tinggi. Kita duga yang bersangkutan masuk dalam jaringan utama. Pelaku juga berupaya menghilangkan jejak komunikasi, karena saat diringkus hal yang pertama kali dilakukan pelaku adalah merusak handphonenya sendiri,” kata Rafli.

Hingga kini, pihaknya masih mengejar pemasok narkoba dan pengendali RS yang diduga berada di Malaysia.

“Kami pastikan para DPO akan kami terus kejar, karena ini bagian dari upaya menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba,” ujarnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN