Tuesday, October 13, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Demo Mahasiswa di Kantor Wali Kota Binjai Ricuh, Tuntut Perbaikan Jalan dan Tolak Penggusuran PKL

Mistar.idSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 21.42 WIB
demo_mahasiswa_di_kantor_wali_kota_binjai_ricuh_tuntut_perbaikan_jalan_dan_tolak_penggusuran_pkl

Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor Walikota Binjai terlibat cekcok mulut dan dorong-dorongan dengan petugas Satpol PP. (Foto: Bayu/mistar)

news_banner

Binjai, MISTAR.ID – Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai di Kantor Wali Kota Binjai berakhir ricuh pada Selasa (13/10/2026) sore. Kericuhan terjadi ketika sejumlah pengunjuk rasa berusaha memasuki halaman hingga menerobos pintu utama kantor wali kota.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tuntutan terkait perbaikan jalan rusak di Kota Binjai serta mempertanyakan kebijakan penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Olahraga, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.

Berdasarkan pantauan di lokasi, demonstrasi awalnya berlangsung dengan penyampaian aspirasi di depan kantor wali kota. Situasi mulai memanas ketika sejumlah peserta mencoba membakar ban bekas. Petugas kepolisian yang mengamankan jalannya aksi berupaya mencegah tindakan tersebut.

Ketegangan meningkat saat pengunjuk rasa melompati pagar dan bergerak menuju pintu utama kantor. Mahasiswa disebut kecewa karena tidak ada pejabat Pemerintah Kota Binjai yang menemui mereka untuk menerima aspirasi secara langsung.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kemudian berupaya menghalangi massa yang hendak masuk. Adu mulut dan aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas pun terjadi sebelum akhirnya dilerai oleh kepolisian.

Dalam insiden tersebut, seorang pengunjuk rasa bernama Gurky mengaku dipukul oleh salah seorang anggota Satpol PP ketika berusaha masuk melalui pintu utama kantor wali kota. Klaim tersebut disampaikan di tengah ketegangan antara massa dan petugas.

Pengunjuk rasa lainnya, Rahmat Situmorang, menyatakan kekecewaannya karena aspirasi mahasiswa dinilai tidak mendapat tanggapan dari pejabat Pemko Binjai.

Ia juga menyebut seorang rekannya mengalami dugaan pemukulan saat aksi berlangsung. Rahmat mengatakan pihaknya berencana kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah peserta yang lebih besar.

“Kami akan menyiapkan eskalasi gerakan yang lebih besar. Kami akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan jumlah lebih besar lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Pemko Binjai, Arif Sihotang, membantah tudingan adanya pemukulan yang dilakukan anggotanya terhadap pengunjuk rasa.

Menurut Arif, petugas menjalankan tugas sesuai prosedur operasional standar (SOP) untuk menjaga keamanan objek vital pemerintahan dan mencegah kerusakan selama demonstrasi.

“Tidak ada pemukulan, Bang. Yang ada kami hanya bertugas sesuai SOP menjaga objek vital pemerintah supaya tidak dirusak dan menjaga situasi tetap kondusif,” kata Arif saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini, kedua pihak menyampaikan keterangan berbeda terkait dugaan pemukulan tersebut. Tuntutan mahasiswa mengenai perbaikan jalan rusak dan kebijakan penggusuran PKL menjadi persoalan yang mereka bawa dalam aksi tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN