Berikut Tuntutan HIMMAH Datangi Polrestabes Medan, Desak Sejumlah Kasus Segera Dituntaskan

Massa HIMMAH saat menggelar aksi di depan Polrestabes Medan. (foto: Putra/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolrestabes Medan untuk mendesak percepatan penanganan sejumlah kasus yang dinilai belum ditindaklanjuti secara maksimal.
Massa meminta Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, memberi perhatian serius terhadap berbagai persoalan hukum di Kota Medan.
Ketua HIMMAH Kota Medan, Imransyah Pasai, mengatakan kedatangan mereka ke Polrestabes Medan merupakan bentuk dukungan sekaligus kontrol terhadap kinerja kepolisian, agar sejumlah perkara dapat diselesaikan secara cepat dan transparan.
“Tuntutan kami adalah agar pergerakan ini menjadi dukungan kepada bapak Kapolrestabes Medan. Ada beberapa kasus dan banyak hal yang belum ditindaklanjuti. Kami membawanya ke sini supaya segera dipercepat penyelesaiannya,” ucap Imransyah, Senin (9/2/2026).
Namun, menurutnya, aksi tersebut belum memperoleh titik terang. Bahkan, dua anggota HIMMAH justru menjadi korban dalam kericuhan yang terjadi saat aksi berlangsung. Keduanya bernama Akhyar Nasution dan Dian Syahputra Lubis yang merupakan tim media HIMMAH.
“Tidak ada kejelasan hari ini, sehingga kami mengalami dua anggota yang menjadi korban,” tuturnya.
Salah satu isu yang disorot massa yakni dugaan penyalahgunaan dana Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) oleh Camat Medan Maimun. Imransyah menyebut, berdasarkan pemberitaan, terdapat dugaan penggunaan dana sekitar Rp1,2 miliar untuk judi online dan camat tersebut telah diperiksa Inspektorat Pemko Medan.
“Hari ini sudah kita saksikan di media, nilainya kurang lebih Rp1,2 miliar, diduga digunakan untuk judi online. Kami meminta agar kasus ini ditangani serius,” katanya.
Disinggung soal desakan pencopotan Kapolrestabes Medan, Imransyah mengakui jika hal itu timbul dari diskusi internal pihaknya. Pasalnya, HIMMAH menilai masih banyak persoalan yang belum ditangani secara cepat dan akurat.
“Isu pencopotan itu muncul dari diskusi kami, karena kami menganggap banyak hal yang belum ditindaklanjuti secara cepat dan akurat oleh kawan-kawan di Polrestabes Medan yang dipimpin bapak Jean Calvijn Simanjuntak,” ujarnya.
Hingga kini, pihak Polrestabes Medan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun adanya peserta aksi yang terluka tersebut.
BERITA TERPOPULER
























