Bantah Pernyataan RSU Muhammadiyah Sumut, Mimi Maisyarah Bilang Dokter Hanya Sedikit Berbicara

Mimi Maisyarah yang terbaring lemah saat ditemui di RSU Muhammadiyah, Selasa (21/4/2026) kemarin. (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Mimi Maisyarah, 48 tahun, membantah sejumlah keterangan yang diberikan pihak RSU Muhammadiyah Sumut dalam dugaan malapraktik, di mana Mimi menjalani operasi penyakit miom hingga pengangkatan rahim.
Mimi mengatakan dokter yang menangani dirinya tidak memberikan edukasi yang memadai. Menurutnya, dokter tersebut hanya sedikit berbicara.
“Dia itu hanya sedikit kali ngomong, kalau saya gak nanya, gak cerewet, dia nggak mau ngomong. Sekadar aja, ‘ini bu, ini obat ya bu, ini bu, minum ya bu’,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, Mimi mengatakan setelah 10 menit keluar dari ruang operasi, asisten dokter datang masih menggunakan pakaian operasi dan menunjukkan hasil operasi di sebuah plastik mika.
“(Asisten) bawa mika paling kecil dan di telapak tangannya menunjukkan ‘inilah miom ibu’. Kecilnya pikirku, bukan besar kali dan kami tanya rahimnya diangkat ‘enggak’ (jawab asisten),” tuturnya.
Ia menegaskan, saat itu dirinya bersama anaknya berdua dan mendengar dengan jelas perkataan petugas medis. Ia pun merasa antara senang dan aneh, ternyata rahimnya tidak diangkat, namun tidak mempermasalahkannya.
Dijelaskannya, mendekati jadwal operasi, saat masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga masuk ruang rawat inap, Mimi mengaku hanya bertemu dokter saat di ruang operasi.
“Saya tidak ada komunikasi sama dokter (sebelum operasi), dokter enggak ada menjumpai saat malam hari sebelum operasi. Saya bisa hitung berapa kali jumpa dokter itu,” ucapnya.
Mendekati jadwal operasi, Mimi mengaku hanya berkomunikasi dengan perawat dan diberitahukan jadwal jam operasi serta dianjurkan melakukan puasa sebelum pelaksanaan operasi.
Ia pun membantah keterangan pihak RSU Muhammadiyah yang menyarankan pasien dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RS Murni Teguh dan RSUP Adam Malik.
“Enggak ada (saran rujukan ke RS di atas), justru pada 13 Maret 2026 saat kontrol di RSU Muhammadiyah, saya minta rujuk ke RSU Haji karena dua kali dirawat (di RSU Muhammadiyah) tidak ada perubahan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSU Muhammadiyah Medan mengatakan ada berbagai kondisi miom dan kondisi tertentu, sehingga tindakan pengangkatan rahim dapat diperlukan.
Pihak RSU Muhammadiyah mengaku telah menyarankan pasien dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RS Murni Teguh dan RSUP Adam Malik. Namun, keluarga disebut memilih untuk dirujuk ke RSU Haji Medan dengan pertimbangan jarak yang lebih dekat. (hm25)
BERITA TERPOPULER















