Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Winola Sebastian Tekuni Seni Lukis Sejak Balita, Kini Sukses Gelar Pameran Tunggal

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 17.16 WIB
winola_sebastian_tekuni_seni_lukis_sejak_balita_kini_sukses_gelar_pameran_tunggal

Winola Sebastian. (foto: tabloid bintang/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Ketertarikan Winola Sebastian terhadap dunia seni lukis ternyata telah tumbuh sejak usia dini. Kreator konten sekaligus seniman muda pemilik akun Instagram @weknowlah itu mulai mengenal dunia gambar ketika masih berusia 3-4 tahun.

Perempuan kelahiran 23 Juni 2002 tersebut bercerita, kecintaannya pada seni bermula ketika orang tuanya memperkenalkan krayon dan pensil warna. Kala itu, dinding rumah justru menjadi media pertama bagi Winola untuk menuangkan kreativitasnya.

"Entah kenapa, saya pun punya ketertarikan terhadap gambar-gambar. Sampai dinding rumah keluarga kami penuh dengan coretan warna-warni," ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Ketertarikan tersebut semakin kuat ketika Winola beranjak remaja. Ia mulai terpukau melihat karya realis yang dibuat menggunakan pensil warna. Baginya, gambar-gambar tersebut terlihat begitu hidup hingga menyerupai hasil jepretan kamera.

Pada awalnya, Winola mengira kemampuan menggambar secara realistis hanya dapat dimiliki mereka yang mempunyai bakat alami. Namun, pandangan itu berubah setelah dirinya mencoba berlatih secara mandiri.

"Setelah berupaya latihan, saya menyadari bahwa 'talenta' itu bukan terjadi secara kebetulan. Kita bisa berupaya untuk belajar menggambar dan melukis, menggunakan teknik tertentu untuk mendapatkan efek realis," tuturnya.

Sebagian besar kemampuan melukisnya memang diperoleh secara otodidak. Meski demikian, Winola mengaku sang paman turut memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan teknik dasarnya.

Salah satu pelajaran yang paling diingatnya adalah ketika sang paman mengajarkan teknik shading pada mata menggunakan pensil dalam waktu sekitar 30 menit. Pelajaran sederhana tersebut kemudian menjadi salah satu dasar yang terus ia gunakan dalam berkarya.

Seiring berkembangnya kemampuan, Winola tidak hanya bereksperimen dengan satu jenis media. Ia telah mencoba berbagai medium, seperti cat air, akrilik, gouache, dan cat minyak di atas kanvas maupun kertas.

Ia juga sesekali menuangkan karya pada media yang tidak biasa, di antaranya kulkas, motor, hingga dinding.

Selain berkarya, Winola kini aktif mendokumentasikan proses melukisnya melalui media sosial. Menjalani peran sebagai kreator konten sekaligus seniman, menurutnya, memiliki tantangan tersendiri.

Pasalnya, hampir seluruh proses produksi dilakukan seorang diri, mulai dari membuat lukisan, menyiapkan kamera, merekam proses, menyusun naskah hingga mengedit video.

"Karena semua produksi dibuat oleh saya sendiri tanpa bantuan orang lain: mulai dari pembuatan lukisannya, merekam prosesnya, set up kamera, membuat naskah dan mengedit video. Jadi memang, eksekusinya cukup memakan waktu," katanya.

Meski membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar, Winola tetap menikmati proses tersebut. Baginya, media sosial bukan hanya tempat untuk memamerkan karya, tetapi juga sarana berbagi pengetahuan dan memperluas apresiasi terhadap seni.

Melalui kontennya, ia membagikan tutorial menggambar dan melukis, membahas sejarah sejumlah lukisan terkenal, hingga memberikan informasi mengenai berbagai pameran seni yang berlangsung di Indonesia.

Konsistensi Winola dalam berkarya kemudian membawanya pada pencapaian penting. Pada Januari 2025, ia menggelar pameran tunggal perdananya bertajuk Growth melalui kolaborasi dengan C Project by Museum of Toys.

Pameran tersebut menjadi wadah bagi Winola untuk menampilkan sejumlah karya personal yang telah dibuatnya selama beberapa tahun. Karya-karya itu merekam pengalaman sekaligus perubahan perasaan yang ia alami dalam berbagai fase kehidupan.

"Saya sudah mulai mengumpulkan beberapa karya personal dalam jangka waktu beberapa tahun. Jadi, saat waktunya mendapat kesempatan untuk menggelar pameran tunggal, itu merupakan kompilasi dari perjalanan berkarya saya. Dan berbagai karya itu menggambarkan perasaan yang berbeda dalam fase hidup yang berbeda dengan tema 'Growth' atau pertumbuhan," ujarnya.

Usai menggelar pameran tunggal pertamanya, Winola mengaku belum menghasilkan seri lukisan terbaru. Namun, ia memastikan tengah menyiapkan sesuatu yang baru untuk para penikmat karyanya.

"Sejak pameran tersebut, saya memang belum membuat seri lukisan terbaru. But I'm preparing something, coming soon!" ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN