Monday, July 20, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Pro Kontra Penampilan Baru Severus Snape di Serial Reboot Harry Potter

Mistar.idKamis, 26 Maret 2026 pukul 11.33 WIB
pro_kontra_penampilan_baru_severus_snape_di_serial_reboot_harry_potter

Severus Snape di trailer reboot Harry Potter terbaru. (Foto: Warner Bros)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

HBO akhirnya merilis trailer perdana serial reboot Harry Potter, Rabu (25/3/2026). Trailer yang sudah lama dinantikan itu langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Terutama karena penampilan baru karakter Severus Snape yang kini diperankan Paapa Essiedu.

Dalam trailer tersebut, dunia sihir Hogwarts tampil dengan nuansa visual yang lebih modern dan sinematik. Sejumlah pemeran baru juga diperkenalkan, seperti Dominic McLaughlin sebagai Harry Potter, Alastair Stout sebagai Ron Weasley, serta Arabella Stanton sebagai Hermione Granger.

Serial ini dijadwalkan tayang pada Natal 2026 di HBO dan Max, dengan konsep adaptasi yang diklaim lebih mendekati cerita asli karya J.K. Rowling.

Namun, alih-alih hanya mendapat sambutan positif, trailer tersebut justru memicu perdebatan di kalangan penggemar.

Penampilan Essiedu sebagai Snape, dengan jubah hitam dan ekspresi dingin khas, langsung menjadi topik hangat di berbagai platform seperti X, Instagram, dan TikTok.

Sebagian netizen memuji keputusan casting ini sebagai langkah berani dan segar, sementara lainnya mengkritik karena dianggap tidak sesuai dengan gambaran karakter di novel.

Kontroversi ini sebenarnya sudah muncul sejak Essiedu diumumkan memerankan Snape pada April 2025. Aktor yang dikenal lewat serial I May Destroy You itu mengaku menerima serangan rasis hingga ancaman pembunuhan di media sosial.

Dalam wawancara dengan media Inggris, ia mengungkap pesan bernada ancaman seperti, "Quit or I'll murder you" yang membuatnya cemas.

"Saya harap saya akan baik-baik saja, tapi tidak ada yang seharusnya mengalami ini hanya karena melakukan pekerjaan mereka," ujarnya.

Meski menilai ancaman tersebut kemungkinan tidak akan terjadi, Essiedu menegaskan dampak psikologisnya tetap terasa.

Perdebatan ini juga berkaitan dengan isu race-bending atau perubahan etnis karakter. Dalam buku, Snape digambarkan berkulit pucat dengan rambut hitam berminyak, sementara versi film sebelumnya diperankan oleh Alan Rickman yang meninggal pada 2016.

Sebagian penggemar menilai casting baru ini menyimpang dari “visi asli” dan mengganggu imersi cerita, bahkan ada yang menyebutnya sebagai bentuk “agenda keberagaman” yang dipaksakan.

Namun, banyak pula yang membela dengan alasan bahwa buku tidak secara eksplisit menyebut ras Snape, sehingga siapa pun bisa memerankannya selama kualitas aktingnya meyakinkan.

Diskusi di media sosial pun memanas. Sebuah unggahan first look Snape versi Essiedu disebut meraih jutaan tayangan dalam waktu singkat, dengan respons yang terbelah. Ada yang mengingatkan agar tidak menghakimi hanya dari cuplikan singkat, namun ada pula yang menilai keputusan tersebut merusak ekspektasi sejak awal.

Sebagian pengguna juga menyoroti munculnya komentar bernuansa rasis dalam perdebatan tersebut, mempertanyakan ironi di balik dunia sihir yang seharusnya inklusif, tetapi justru memicu reaksi negatif dari sebagian penggemar. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN